15 July 2019, 10:55 WIB

Pascapertemuan Jokowi-Prabowo, Rupiah Dibuka di Bawah Rp14 Ribu


Antara | Ekonomi

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat.

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menembus level di bawah Rp14.000 per dolar AS pascarekonsiliasi Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7).   

Pada pukul 9.58 WIB, rupiah menguat 59 poin atau 0,42% menjadi Rp13.949 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.008 per dolar AS.   

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin (15/7), mengatakan, menguatnya rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan juga pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pascaberakhirnya Pilpres.   

"Penguatan rupiah didorong sinyal dovish The Fed dan kondisi politik domestik yang semakin kondusif," ujar Rully.    

Baca juga: BI Optimistis Aliran Modal Meningkat Pascapemilu

Pekan ini sendiri, lanjut Rully, sentimen dari eksternal terutama Amerika Serikat tidak akan terlalu banyak berpengaruh terhadap nilai tukar karena tidak ada rilis data terbaru.    

Menurutnya, pekan ini, pergerakan rupiah justru akan dipengaruhi sentimen domestik yaitu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang ditunggu para pelaku pasar.    

"Kami expect BI akan cut 25 bps jadi 5,75%," kata Rully.    

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.970 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.085 per dolar AS. (OL-2)

BERITA TERKAIT