14 July 2019, 23:23 WIB

BI Dorong Kopi Jadi Produk Unggulan Ekspor


Nur Aivanni | Ekonomi

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
 Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara

BANK Indonesia (BI) mendorong komoditas kopi asli Indonesia menjadi produk unggulan ekspor. Jika ekspor meningkat, itu kemudian bisa meningkatkan valuta asing (valas).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu ekspor kopi terbesar dengan berada di peringkat ke-7. Adapun negara tujuan ekspor kopi Indonesia adalah ke Filipina (ekstrak kopi) dan ke Amerika Serikat (green beans).

"Produksi kopi Indonesia 663 ribu ton tahun 2017. Ekspornya 467 ribu ton. Sentra produksi kopi terbesar berada di Sumatera," kata Mirza dalam dialog yang bertema membawa kopi nusantara merajai pasar kopi dunia di JCC, Jakarta, Minggu (14/7).

Perkebunan kopi di Indonesia, kata Mirza, mayoritas adalah perkebunan kopi milik rakyat yaitu seluas 1,2 juta hektare. Sementara, perkebunan kopi milik negara seluas 8.172 hektare dan perkebunan kopi milik swasta 25.404 hektare.

"Siapa pengekspor terbesar di dunia? Brazil, ekspor tahun 2017 USD 4,6 miliar. Kedua Vietnam USD 3,5 miliar. Indonesia USD 1,6 miliar sekitar 4,9%, nomor 7 di dunia," katanya.

Jika dibandingkan dengan ekspor kopi dari Vietnam, jelas Mirza, Vietnam memiliki produktivitas lahan tertinggi yaitu 2,4 ton/hektare. Sementara, Indonesia hanya memiliki produktivitas lahan 0,56 ton/hektare.

Ia menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam meningkatkan produktivitas kopi di Indonesia adalah terkait peremajaan tanaman kopi. Pasalnya, tanaman kopi di Indonesia sudah tua atau sudah berusia di atas 20 tahun. Sementara, usia tanaman kopi yang optimal adalah 5 sampai 20 tahun. "Sedangkan Indonesia, banyak sekali kopinya di atas 20 tahun sehingga produktivitasnya rendah," kata dia.

Baca juga: Regulasi Harus Ikuti Revolusi Digital

Maka itu, Mirza mengatakan bahwa lahan tanaman kopi dan produktivitasnya harus ditingkatkan jika kopi Indonesia ingin dijadikan produk unggulan ekspor. Salah satu upaya yang dilakukan BI adalah memberikan pembinaan kepada para petani kopi. Dari 48 UMKM yang dibina, 15 UMKM telah melakukan ekspor kopi.

"Kalau mau meningkatkan produksi kita harus melakukan peremajaan tanaman-tanaman kopi tersebut dan membantu meningkatkan kualitasnya. Disitulah BI berperan ikut membantu meningkatkan kualitas tanaman kopi. Tapi BI kan ngga bisa sendirian, tentu harapannya adalah selain pemerintah, juga institusi-institusi lain yang punya kapasitas bisa ikut membantu membina petani kopi di Indonesia," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT