14 July 2019, 23:20 WIB

Dorong UMKM Masuk E-Commerce


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Salah satu hasil produk UMKM

BISNIS perusahaan rintisan (startup) perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia tumbuh luar biasa. Transaksi di sektor ini pun meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

Menurut data yang dipaparkan dalam talk show Karya Kreatif Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, kemarin, transaksi e-commerce Tanah Air pada tahun lalu mencapai Rp144 triliun. Sebagai perbandingan, pada 2014 nilainya lebih dari Rp20 triliun, kemudian Rp40 trilun pada 2015, Rp69,8 triliun pada 2016, dan Rp110 triliun pada 2017.

Sayangnya, perkembangan teknologi digital yang signifikan belum memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Padahal, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 60% dengan penyerapan tenaga kerja hingga 116,73 juta, atau 97,02% dari total angkatan kerja.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Pungky P Wibowo, mengatakan pihaknya selaku regulator mengadakan sejumlah program untuk mendorong UMKM go digital, di antaranya UMKM on-boarding. Program ini dapat diartikan sebagai proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai merchant pasar daring dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis.

BI berusaha membuat UMKM--melalui pelatihan yang diadakan--dapat memiliki sistem yang membantu mereka dalam hal back office, e-marketing, logistik, dan e-payment. "Kami selaku otoritas berusaha mendorong UMKM untuk meningkat kapasitas usaha mereka dengan teknologi digital karena daya tahan ekonomi sektor ini sangat kuat," ujar Pungky.

Ryan Raharjo selaku Public Policy and Government Relations Manager Google Indonesia menambahkan, pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnis konvensional mereka ke pasar digital dengan mudah melalui platform Google. Perusahaan asal Amerika tersebut, Google memiliki sejumlah inisiatif untuk membantu pengusaha UMKM go digital, salah satunya Gapura Digital (Gerakan Pelaku Usaha Rakyat Berbasis Digital) yang tersedia di 14 kota di Indonesia dan kelas Womenwill. Semua UMKM bisa mengikuti program yang menyediakan kelas gratis ini jika ingin mahir berbisnis berbasis digital. (Hym/S-3) 

BERITA TERKAIT