Guncangan Gempa Besar di Australia Terasa Hingga NTT


Penulis:  Dhika Kusuma Winata - 14 July 2019, 16:32 WIB
LATimes
 LATimes
Peta pusat gempa di Australia.

Wilayah Australia Barat diguncang gempa tektonik pada Minggu (14/7) pukul 12.39 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,6 dan guncangannya terasa hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pusat gempa terletak pada koordinat 18,24 Lintang Selatan dan 120,3 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 878 km arah selatan Kabupaten Rote Ndao, NTT, pada kedalaman 10 kilometer.

"Berdasarkan lokasi pusat gempa dan kedalamannya, tampak gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang diduga kuat akibat aktivitas sesar aktif di inner shelf fault zone yang membentang di barat daya hingga timur laut di lepas pantai Broome, Australia Barat," kata Kepala Bidang Informasi gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, di Jakarta, Minggu (14/7).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).

Gempa Australia itu tercatat pada sensor seismik BMKG yang tersebar di sejumlah daerah yakni PLAI (Plampang) pukul 12.41.42 WIB, WBSI (Waikabubak) pukul 12.41.26 WIB, WSI (Waingapu) pukul 12.41.27 WIB, KLNI (Lombok) 12.41.52 WIB, dan BATI (Kupang) pukul 12.41.30 WIB.

Gempa berkekuatan 6,6 itu melanda pantai Broome dengan getaran yang dirasakan hingga mencapai Kota Perth di Australia Barat.

"Gempa ini sangat menarik perhatian karena guncangannya juga dirasakan hingga wilayah Indonesia. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Australia Barat ini tidak berpotensi tsunami," imbuh Daryono.

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa ini dirasakan di Waingapu, Sumbawa, dan Bima dalam skala intensitas III MMI serta di Mataram pada tingkat II MMI.

"Guncangan gempa dirasakan warga seperti ada truk besar yang lewat. Warga sempat berlarian keluar rumah karena panik, kemarin pagi dini hari di wilayah ini juga diguncang gempa signifikan," ujar Daryono.

Menurutnya, banyak pihak yang bertanya mengapa gempa di Benua Australia dirasakan hingga Waingapu dan Mataram. Hal itu dapat dijelaskan karena terjadi penjalaran gelombang permukaan gempa (surface wave) yang tiba di Mataram sekitar 5 hingga 6 menit setelah terjadi gempa.

"Laporan warga Mataram merasakan guncangan sekitar pukul 12.42 WIB hingga 12.45 WIB, maka cocok dengan waktu tiba surface wave di Mataram."

Hingga Minggu siang pukul 13.04 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). (OL-09)

BERITA TERKAIT