Mayoritas Incenerator Rumah Sakit di Kalsel Tidak Berizin


Penulis: Denny Susanto - 14 July 2019, 14:35 WIB
Antara
 Antara
Ilustrasi 

SEBAGIAN besar rumah sakit di Kalimantan Selatan belum memiliki izin operasional alat pembakaran limbah (incenerator). Dinas Lingkungan Hidup Kalsel meminta Kementerian LHK mempermudah proses perizinan incenerator rumah sakit di daerah. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ikhlas Indar, Minggu (14/7) di Banjarmasin.

"Sebagian besar incenerator rumah sakit di Kalsel belum berizin. Sejauh ini baru empat rumah sakit yang punya izin yaitu RSUD Ulin, RS Ciputra Mitra Hospital, RSUD Anshari Saleh. Ketiganya ada di Banjarmasin, serta RSUD Balangan," ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kalsel mencatat hanya ada empat rumah sakit dari 47 rumah sakit di Kalsel yang memiliki izin operasional incinerator. Sebagian dari rumah sakit tersebut sudah beroperasi sejak lama.

"Bisa dibilang rumah sakit selama ini melakukan pembakaran limbah medis tanpa izin," ujarnya.

Sebagian rumah sakit tetap mengoperasikan incinerator meski belum mengantongi izin. Dan sebagian lagi memilih pihak ketiga untuk memusnahkan limbah medis mereka. Menurut Ikhlas pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan sehingga aktivitas pembakaran limbah medis ini aman.

Lebih jauh Ikhlas mengatakan pihaknya meminta Kementerian LHK mempermudah proses perizinan incenerator di daerah karena mendesak. Rumah sakit setiap hari terus menghasilkan limbah medis dan harus dimusnahkan sehingga tidak bisa menunggu proses perizinan yang lama di pusat. Banyaknya rumah sakit yang belum mengantongi izin operasional incinerator karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Limbah medis yang dihasilkan rumah sakit masuk kategori limbah B3 atau bahan beracun dan berbahaya. Sehingga ada syarat tertentu dalam pemusnahannya sehingga tidak mencemari lingkungan dan membahayakan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim membenarkan jika masih banyak rumah sakit belum mengantongi izin operasional incinerator. Meski demikian, ia berpendapat bahwa pihak rumah sakit di Kalsel telah mengolah limbah medisnya dengan baik. 

baca juga: Klinik Kesehatan Haji Mekah Siapkan 50,8 ton Obat-obatan      

Kepala Seksi Evaluasi Direktorat Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian LHK, Vir Katrin, beberapa waktu lalu menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan lapangan khususnya dalam penilaian Adipura, masih banyak rumah sakit yang belum menangani limbah medis secara baik. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT