14 July 2019, 13:41 WIB

17 Kecamatan di Majalengka Rawan Karhutla


Nurul Hidayah | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi 

PULUHAN desa di 17 kecamatan di Kabupaten Majalengka rawan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau seperti ini. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Permana menjelaskan di musim kemarau ini, selain rawan krisis air bersih, sejumlah daerah juga dipetakan rawan karhutla.

"Daerah rawan karhutla tersebar di 53 desa di 17 kecamatan di Kabupaten Majalengka," ungkap Agus, Minggu (14/7).

Masing-masing di Kecamatan Kertajati, Kadipaten, Penyingkiran, Majalengka, Leuwimunding, Sindangwangi, Maja, Bantarujeg, Banjaran, Talaga, Cigambul, Malausema, Lemahsugih, Cikijing, Rajagalauh, Argapura dan Sindang.

"Daerah paling rawan kebakaran hutan di di wilayah selatan Majalengka," ungkap Agus.

Masing-masing di Kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Argapura. Sebanyak 7 desa di masing-masing kecamatan dipetakan rawan karhutla di daerah tersebut. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya terus menerus berupaya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat.

"Khususnya kesadaran untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitar," ungkap Agus.

baca juga: Polisi Tangkap Pembakar Lahan Gambut Untuk Kebun Cabai

Termasuk juga peduli untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Angin yang kencang dan kering bisa membuat bara api kecil sekalipun berpindah ke tempat lain. Sehingga kebakaran akhirnya merembet ke daerah lain.

"Membuka lahan dengan cara dibakar saat ini sangat berbahaya," lanjutnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT