Seruput Dinginnya Nitro


Penulis: Thalatie K Yani - 14 July 2019, 09:45 WIB
Dok. Starbucks
 Dok. Starbucks
Starbucks Draft Nitro Cold Brew

SEBUAH tap alias keran yang biasanya ditemui di bar tampak terlihat di kedai kopi ini. Alih-alih berisikan bir, keran itu mengeluarkan cold brew coffee, bukan sembarang cold brew, melainkan draft nitro cold brew.

Kopi cold brew ini terbuat dari biji kopi dari Afrika dan Amerika Latin. Pemilihan kedua jenis biji ini bukan tanpa alasan. Profil kopi ini memiliki rasa cokelat dan citrus yang membuat kopi terasa lembut, manis, dan menyegarkan.

"Kalau dari bentuk, biji kopinya terlihat agak bundar berbeda dengan biji kopi Indonesia yang lonjong. Dari segi taste, terasa acid, manis, dan pahitnya. Tapi juga ada bodinya," papar coffee expert Mirza Lukman di Starbucks Oakwood, Jakarta, akhir Juni lalu. 

Kopi jenis ini, kata pria yang sudah bekerja di bidang kopi selama 16 tahun ini, cocok untuk cold brew. Itu karena kopi yang disajikan dingin harus memiliki acid yang tinggi sehingga rasa kopinya masih tetap kuat.

Apalagi, proses pembuatannya memakan waktu cukup lama. Biji kopi ini digiling ditingkat medium dan harus diseduh dengan air suhu ruangan. Setelah itu, didiamkan selama 14 jam dalam toddy brewer di lemari pendingin. Setelah 14 jam, kopi disaring terlebih dahulu sebelum di-infuse dengan nitro.

"Kita disini tidak menggunakan liquid nitro, tapi nitrogen berupa gas yang food grade," ujar Mirza. Penggunaan nitro membuat minuman ini dingin lebih lama dan bila didiamkan akan perlahan terlihat layer alias lapisan-lapisan yang menarik.

Namun, membuat minuman ini tidak semudah itu. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi, seperti durasi, suhu ruangan, bahkan hasil gilingan kopi.

"Kalau gagal, rasanya flat, tidak ada buih, dan pahit," ujarnya. (Rin/M-1)

BERITA TERKAIT