14 July 2019, 09:30 WIB

Belajar Masakan Rumahan Khas Aceh


Rizky Noor Alam | Weekend

MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Suasana kelas memasak masakan Aceh di Ramurasa Cooking Studio, Kemang, Jakarta Selatan. 

KULINER Nusantara tiada habisnya untuk dibahas, dari keunikan rasa, cara masaknya, rempah, maupun budayanya. Nah, kali ini Media Indonesia tidak semata-mata mengulas rasanya, tapi cara mengolah sejumlah masakan khas Aceh yang dapat dinikmati di rumah bersama keluarga.

Minggu (30/6) pagi, sekitar 8 peserta, termasuk Media Indonesia, berkumpul di Ramurasa Cooking Studio di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dipandu Flora Rosalia, food enthusiast dan pengusaha katering asli Aceh, ada empat masakan provinsi paling barat Indonesia yang dipelajari, yaitu ayam bak kala, asam keung udeung, sambal asam udeung, dan rujak manis Aceh.

"Aceh ini terkenal dengan makannya, filosofinya kalau dalam pergaulan mau mendekati orang Aceh, dekatilah melalui perutnya. Jadi, untuk memulai pergaulan itu kita ajak makan dan itu cara yang mudah untuk dekat dengan orang Aceh. Untuk orang Aceh, makan-makanan seperti ini biasa bukan untuk hari besar," jelas Flora kepada Media Indonesia.

Masakan pertama yang diolah ialah asam keung udeung. Bahan-bahan yang dibutuhkan ialah 200 gram (gr) udang, 100 gr belimbing wuluh, 30 buah cabai rawit, 3 buah bawang putih, daun jeruk, dan air secukupnya.

Cara memasaknya amat mudah, haluskan bumbu-bumbunya terlebih dahulu. Lalu, tambahkan irisan belimbing wuluh dan cabai rawit utuh. Masukkan air dan udang, masak hingga matang.

Kuahnya berwarna kekuningan dengan harum yang khas. Bicara rasa, menurut Media Indonesia, rasa asam dari belimbing wuluhnya serta pedas dari cabai rawitnya amat kuat. Mirip tom yam khas Thailand, tetapi dengan cita rasa yang lebih kuat dan nikmat disantap selagi hangat.

"Asam keung udeung ini jadi hidangan hampir di setiap rumah, setiap hari. Walaupun mereka menggantinya tidak selalu dengan udang, bisa diganti dengan ikan laut," jelas Flora.

 

Ayam bak kala

Hidangan kedua ialah ayam bak kala. Untuk hidangan ini diperlukan satu ekor ayam kampung pejantan. Sebelum dimasak, ayam dibakar terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan guna menghilangkan lemak-lemak yang ada. Setelah itu, ayam dibumbui asam jawa dan garam.

Untuk bumbu halusnya disiapkan 100 gr bawang merah, 15 gr bawang putih, 1 cm jahe, 60 gr cabai rawit, 4 buah cabai merah, dan 1 ruas kunyit, haluskan semuanya. Selain itu, rajang 2 sdm kelapa giling, 1 sdm kelapa gongseng, 1 sdm bumbu Aceh, 1 sdm cabai bubuk, 1 sdm ketumbar halus yang sudah digongseng, 4 siung bawang merah yang telah diiris, 1 buah daun temurui, 2 batang serai, 2 batang kecombarang (bak kala) iris-iris, beri garam dan diremas-remas kemudian dicuci bersih.

Cara membuatnya sendiri mudah, ayam yang sudah dipanggang diaduk dengan bumbu halus, kelapa gongseng, dan kelapa giling. Kemudian masak dengan diberi sedikit air dan masukan bumbu-bumbu rajang, masak hingga airnya menyurut. Tambahkan air lagi dan masak hingga matang.

Hidangan ayam bak kala ini kental aroma rempah-rempah. Rasanya sedikit pedas, mirip gulai tanpa santan. Daging ayamnya lembut dan batang kecombrang memberikan sensasi tersendiri yang kian memperkaya cita rasa. Ayam ini pas dinikmati dengan sepiring nasi panas.

"Makanan Aceh itu jarang sekali menggunakan santan, jadi mereka akan mendapatkan lemaknya dari kelapa gongseng dan kelapa giling. Waktu memasaknya sendiri cukup lama sekitar 40-45 menit dan ayam kampungnya bisa diganti dengan bebek, mentok, atau ayam negeri. Perlu diketahui masakan Aceh juga jarang sekali menggunakan gula," papar Flora.

 

Sambal

Selanjutnya ada sambal asam udeung. Hidangan ini sebenarnya amat sederhana dan mudah dibuat. Bahan-bahan yang diperlukan hanya 200 gram udang, 7 buah belimbing wuluh, 15 buah cabai rawit, 4 lembar daun jeruk, dan garam secukupnya. Langkah pertama ialah udang dipanggang hingga matang. Setelah itu, diulek bersamaan dengan bahan-bahan lain hingga tercampur merata. Rasanya amat segar, asam, pedas, dan sedikit manis dari udangnya.

"Sambal asem udeung ini seperti pendamping, menambah selera makan. Ini makannya pakai nasi dan bisa didapat setiap hari di warung-warung tapi berbeda. Kalau di warung-warung itu udangnya sedikit, kebanyakan asamnya, banyak daun-daun segala macam, dan dicampur dengan ebi, tapi kalau di rumah-rumah itu biasanya udang segar," kata Flora.

Sebagai penutup, Anda dapat membuat rujak manis Aceh atau dalam bahasa lokal disebut rujak mameh. Bahannya 1/2 kilogram (kg) mangga manis matang, 1/2 kg mangga kweni, 1/2 kg mentimun, 1 buah nanas, 1/2 kg gula pasir, 3 buah jeruk nipis, dan cabai rawit secukupnya.

Potong-potong semua buah sesuai selera, diserut memanjang atau potong dadu kecil. Lalu ulek cabai rawit, baru campurkan potongan buah, beri gula, dan aduk hingga rata. Setelah rata, baru berikan jeruk nipis dan teraduk rata hingga kandungan air dari buah keluar.

Rasanya amat segar, asam, manis, pedas, dan tambah nikmat jika disajikan dingin. Rujak ini pas menetralisasi lidah dari rasa aneka masakan Aceh yang amat khas sebelumnya.

Salah satu peserta, Harsa, 22, mengaku mengikuti kelas memasak itu karena menyukai masakan Indonesia. Ia pun merasa harus belajar banyak tentang hidangan Nusantara.

"Menurut saya, masakan itu cita rasanya memang ada di bumbunya. Masakan Aceh memang bumbunya berani dan tanpa gula sehingga lebih condong ke asam dan pedas. Jadi, punya karakter masing-masing," kata Harsa kepada Media Indonesia.

Pemuda yang pernah bersekolah di SMK jasa boga tersebut mengaku tertarik untuk mempraktikkannya di rumah. Terutama hidangan sambal asam udeung dan rujak manis Aceh karena mudah dibuat. Bagaimana, tertarik juga membuat aneka hidangan tersebut di rumah? (M-3)

BERITA TERKAIT