Komisi V DPR Anggap BPWS belum Maksimal


Penulis: mediaindonesia.com - 13 July 2019, 21:54 WIB
Antara
 Antara
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis
KETUA Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis menilai peran Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) belum maksimal. Bahkan kehadirannya dianggap kurang efesien dan malah memperpanjang rantai birokrasi.

Untuk itu, Komisi V DPR RI melihat perlu adanya evaluasi mendalam terhadap tugas dan fungsi BPWS.

"Tidak sedikit pandangan sejumlah pihak, termasuk masyarakat bahwa kehadiran BPWS belum maksimal. Hal inilah yang membutuhkan evaluasi yang mendalam," ungkap Fary saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI bertemu dengan jajaran BPWS di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/7).

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, BPWS dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008. BPWS mempunyai tugas antara lain membangun dan mengelola wilayah kaki jembatan Surabaya-Madura, kawasan khusus Madura, serta memfasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jatim.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Bukit Rawi Dinilai Lamban

Legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berharap BPWS segera memperbaiki struktur organisasi yang selama ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), sehingga pada tahun 2020 dapat dipimpin oleh Kepala. Selain itu, pengembangannya harus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Madura.

"Kita juga berharap pembangunan di bidang infrastruktur dan transportasi dapat mempercepat bergeraknya sektor ekonomi dan sektor lainnya, yang akan berdampak terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Suramadu dan sekitarnya," tutup Fary.

Plt Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto mengungkapkan, masukan yang disampaikan Komisi V DPR RI dalam bahan perbaikan bagi pihak BPWS. Ia mengungkapkan, pihaknya dituntun berjalan cepat, namun ada hambatan yang menghalangi. Sidik pun menjelaskan hambatan dalam melaksanakan pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Madura (KKJSM) selama ini.

"Pertama, BPWS selama 7 tahun dipimpin oleh Pejabat Plt, lalu bagaimana mau mengambil keputusan. Kedua, kita membutuhkan tanah 600 hektare. Bertahun-tahun kami minta, tapi alhamdulillah sekarang ada 40 hektare," ungkapnya seraya berharap Komisi V DPR RI bisa terus mendukung pengembangan kawasan Suramadu ini. (RO/X-15)

BERITA TERKAIT