Serunya Kumpul Mobil Modifikasi


Penulis: Suryani Wandari - 14 July 2019, 04:45 WIB
MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Pengunjung melihat modifikasi mobil Bigfoot saat Kontes Audio dan Modifikasi Mobil di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

TERMINAL 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, lebih semarak, Sabtu (6/7). Bukan semata-mata karena jumlah penumpang, melainkan ada ratusan mobil modifikasi, tepatnya 183, dengan beragam gaya. Ada lowrider (ceper), pintu butterfly, hingga ban bigfoot. Mereka ambil bagian dalam kontes Terminal 3 Auto Modified (T3AM) 2019.

Berada di area depan terminal, para pengunjung bandara pun dapat dengan leluasa melihat-lihat ragam modifikasi itu. Terlebih, para pemilik memang berlomba pamer dengan membuka kap mesin dan pintu mobil.

Salah satu yang menarik ialah Nissan Patrol keluaran 1984 yang dimodifikasi bersuspensi tinggi. Ferdan, sang pemilik, mengaku modifikasi itu dibuat agar koleksi kesayangannya itu tangguh melaju di jalur offroad. "Agar mampu menghalau rintangan tanah merah gunung dengan kemiringan 40 derajat dan sehingga jika berbalik, si mobil bisa mengembalikan posisi seperti semula dengan mudah," tuturnya kepada Media Indonesia.

Pria yang juga menjabat Humas Club Kudeta itu menjelaskan jika mesin mobilnya juga telah diganti dengan mesin Lexus LX 450 cc. Dilengkapi pula dengan dua accu, mobil pun bertenaga menarik empat ban besar dengan velg 16,5 cm.

Tidak hanya itu, mobil tersebut juga mampu 'berjinjit'. Ini berkat hidrolik yang disematkan hingga posisi badan bisa dinaikturunkan hingga lebih dari 2 meter. Tampilan bertualang juga semakin kuat dengan rooftop tent.

Konsep offroad juga ditampilkan Trio Febrianto yang ikut kontes secara individu. Ban mobil Xenia miliknya diganti dengan ukuran besar, sunroof layaknya mobil mewah, dan adanya penyimpanan sepeda di bagian belakang.

Mobilnya pun tampak nyaman ketika ia menempatkan atap tenda yang bisa dibuka bagian samping lengkap dengan beberapa kursi dan meja kecil. Ketika membuka pintu belakang, tampaklah pula set audio speaker yang cukup memukau.

"Saya cukup puas dengan hasil modifikasinya yang mampu menjelajah berbagai medan. Segi kenyamanan juga diperhatikan karena mobil ini sudah menjadi rumah kedua  bagi saya," kata Trio.

 

Keluarkan kocek lebih

Beberapa orang mengaku, hobi memodifikasi mobil itu berawal dari rasa kurang puas akan fitur asli atau karena kebutuhan pemakaian yang kian berkembang. Surya dari Flashback Car Club, misalnya, ia mengganti beberapa fitur audio yang ada di mobil Suzuki Swift keluaran 2008. "Untuk anak muda pencinta musik saperti saya, kondisi standar audio tentu ngebosenin dan jenuh, makanya saya pakai variasikan dengan audio venom dengan dipadukan musik DJ yang dijamin memiliki suara jernih," kata Surya.

Di sisi lain, modifikasi mobil diakui bukan hobi murah. Meski begitu, tidak sedikit yang rela menabung cukup lama demi memuaskan tampilan impian pada mobilnya.

Ferdan bahkan mengaku menghabiskan kocek hingga Rp1 miliar untuk mobilnya. "Total memodifikasi mobil ini bisa dibilang mencapai 1 miliar, paling mahal ada pada ban hidrolik," kata Ferdan.

Biaya itu tentunya jauh melebihi harga asli mobil Nissan Patrol 1984.

Sementara itu, harga jualnya kembali belum tentu bisa mencapai harga tersebut dan juga belum tentu mudah dilakukan.

Beberapa orang pun memberi kiat agar menabung terlebih dahulu meski sebenarnya sudah memiliki dana untuk memulai modifikasi. Itu karena dana yang dihabiskan tidak jarang membengkak karena modifikasi kerap membutuhkan proses trial-and-error.

Pelaku modifikasi yang cukup berpengalaman juga menyarankan agar melihat pula penyuplai aksesori atau perlengkapan mobil lainnya yang ada di luar negeri. Sebab itu, sebaiknya tidak memburu waktu dalam proses modifikasi. (M-1)

 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT