11 July 2019, 22:05 WIB

Komplotan Rampok Menyaru Polisi Dibekuk Polda Sumut


Yoseph Pencawan | Nusantara

PERSONEL Kepolisian Daerah Sumatra Utara berhasil membekuk empat dari enam anggota komplotan perampok bersenjata airsoft gun seusai mereka beraksi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak, mengungkapkan, keempat anggota komplotan itu ialah Gokroha SS Manalu, 37, Muda R Parlis, 37, Andri Syahputra, 30, dan M Rahul, 26.

"Dalam melakukan aksinya, komplotan rampok ini berpura-pura sebagai polisi," kata AKBP Donald, Kamis (11/7).

Ia menjelaskan, keempatnya ditangkap pada Jumat (28/6) setelah beraksi di pinggir jalan di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, sekitar pukul 01.20 WIB.

Mereka menyasar korban bernama M Imam Syahfii yang bekerja sebagai juru parkir di Jalan Haji Jalal, Gang Tabah Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang.

Dalam aksi ini, Gokroha berperan sebagai polisi, sedangkan Muda R Parlis dan M Rahul ikut melakukan penangkapan terhadap korban dengan menodongkan sepucuk airsoft gun.

Andri Syahputra juga ikut melakukan penangkapan terhadap korban dan ia juga sebagai pembawa sepeda motor korban.

Adapun kronologinya, mereka turun dari mobil, mendekati dan menangkap korban dengan mengaku sebagai anggota polisi. Korban dituduh sebagai bandar narkoba.


Baca juga: DPRD Mataram Surati Kejaksaan Minta Penangguhan Eksekusi Baiq


Lalu mereka menodongkan airsoft gun dan menutup kepala korban dengan menggunakan karung goni. Para pelaku juga memiting leher korban.

Setelah itu mereka melumpuhkan korban dengan cara memasukkannya ke mobil, memborgol, serta memukulinya.

Lalu mereka merampas sepeda motor dan telepon seluler milik korban serta menurunkannya di Lapangan Ladon Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Tidak lama setelah kejadian ini dilaporkan korban, polisi langsung memburu dan berhasil meringkus mereka.

Namun masih ada dua orang lagi anggota komplotan yang masih dalam pengejaran dan sudah ditetapkan sebagai DPO, yakni pelaku berinisial S alias T, 40, dan B, 35.

"Atas perbuatannya, para pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan pidana maksimal selama 12 tahun penjara," sambung AKBP Donald.

Selain menangkap empat pelaku, petugas juga menyita beberapa barang bukti berupa 1 pucuk senjata Airsoft Gun merek Taurus dan magazin serta 1 pucuk senjata airsoft gun merek KWC berikut magazen.

Lalu 1 buah kemasan minyak rambut yang berisi mimis, 2 buah tabung gas senjata airsoft gun serta 1 buah tas sandang warna hitam.

Kemudian 1 buah borgol tangan warna silver, 1 unit handphone, 1 lembar STNK dan 1 unit sepeda motor. (OL-1)

BERITA TERKAIT