11 July 2019, 14:30 WIB

Ruangrupa Terpilih Jadi Kurator Pameran Internasional di Jerman


Abdillah Marzuqi | Weekend

Goethe Institut Jakarta - Ruangrupa
 Goethe Institut Jakarta - Ruangrupa
Documenta 15

SENIMAN Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini, ruangrupa menjadi terpilih sebagai Direktur Artistik pada Documenta 15 di Kassel, Jerman.
Pameran seni rupa kontemporer bertaraf internasional yang rutin diselenggarakan tiap lima  tahunan itu bakal dihelat pada 18 Juni hinnga 25 September 2022.


Selain itu, Ruangrupa juga merupakan kolektif seniman pertama yang didaulat menjadi kurator. Sebelumnya, direktur artistik selalu perorangan. Keputusan tersebut diumumkan oleh Direktur Umum documenta und Museum Fridericianum gGmbH, Sabine Schormann di Goethe Institut Jakarta (8/7).


"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Komite Seleksi Internasional atas proses seleksi yang begitu berdedikasi dan intensif. Pemilihan ruangrupa sebagai direktur artistik memberikan sinyal yang kuat akan Documenta 15 yang hidup dan berkelanjutan," terang Sabine Schormann.


Ruangrupa dipilih Komite Seleksi Internasional yang beranggotakan 8 pakar. Dewan seleksi Documenta 15 mengungkap alasan pemilihan karena kelompok yang berdiri pada tahun 2000 itu telah menunjukkan komitmen dan partisipasi lokal. Mereka juga tertarik dengan jejaring komunitas lokal.


"Kami menunjuk Ruangrupa karena mereka telah memperlihatkan kemampuan menarik berbagai komunitas, termasuk kelompok kelompok di luar khalayak seni murni, sekaligus mendorong komitmen dan partisipasi lokal. Pendekatan kuratorial mereka berdasarkan pada jejaring internasional berisikan organisasi-organisasi seni lokal berbasis komunitas. Kami ingin melihat bagaimana ruangrupa akan mengembangkan proyek konkret untuk dan dari Kassel," terang perwakilan Komite Seleksi Internasional Elvira Dyangam Ose yang juga menjabat sebagai Direktur The Showroom, London.


Pendekatan kuratorial Ruangrupa dalam documenta 15 dilandasi dengan partisipasi berbasis komunitas. "Kami ingin menciptakan platform seni dan budaya yang berorientasi global, kooperatif, dan interdisipliner yang akan berdampak melampaui 100 hari Documenta 15. Pendekatan kuratorial kami membidik model penggunaan sumber daya berorientasi komunitas yang berbeda. Ada aspek ekonomi, tetapi luga memperhatikan gagasan, pengetahuan, program dan inovasi," terang Ade Darmawan mewakili Ruangrupa. (Zuq/M-1)

BERITA TERKAIT