09 July 2019, 08:20 WIB

IKM Serap 60% Pekerja Sektor Industri


mediaindonesia | Ekonomi

 INDUSTRI manufaktur memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal seiring dengan peningkatan investasi di dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan bahwa sektor IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11,68 juta orang atau sebesar 60% dari total pekerja di sektor industri.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di sektor industri manufaktur pada 2014 sebesar Rp199,1 triliun dan naik menjadi Rp222,3 triliun di 2018.

Serapan tenaga kerja di sektor industri juga ikut meningkat, yakni dari 15,53 juta orang pada 2015 menjadi 17,9 juta orang di 2018 atau naik sebesar 17,4%.

Di sektor industri kecil, investasi tersebut bertambah dari sebanyak 3,52 juta unit usaha di 2014 menjadi 4,49 juta unit usaha pada 2017. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun tersebut.

Gati mengemukakan, IKM merupakan sektor mayoritas atau yang mendominasi dari jumlah populasi industri manufaktur di Indonesia. Kontribusinya hingga 99% dari semua unit bisnis di sektor industri.

"Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran cukup dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis," ungkapnya melalui rilis yang diterima, kemarin.

Apalagi, IKM dinilai sebagai sektor yang tangguh dalam menjalankan usaha di tengah kondisi perekonomian global yang masih kurang stabil.

Gati optimistis investasi sektor industri di Tanah Air akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Msalnya, adanya kebijakan kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Sepanjang 2018, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program restrukturisasi mesin dan peralatan, dengan total nilai investasi mencapai Rp77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp11,78 miliar.

Dari ke-111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan tersebut, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. (Try/E-1)

BERITA TERKAIT