06 July 2019, 14:56 WIB

Ajukan 10 Nama Kandidat Menteri, PKB: Kami Bersemangat


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) membawa seluruh jajaran DPP PKB bertemu Presiden Joko Widodo, Selasa (2/7)

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menanggapi daftar nama bakal calon menteri yang diajukan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin.

"Bukan agresif tapi dia mewakili anak muda yang semangat," ujar Daniel dalam sebuah acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7).

Meskipun demikian, Daniel membenarkan bahwa Cak Imin telah mengirimkan 10 daftar nama rekomendasi menteri kepada presiden terpilih Joko Widodo. Daniel mengaku tidak mengetahui secara detil siapa saja nama yang telah diajukan tersebut dan akan menyerahkan sepenuhnya kepada hal prerogatif presiden di dalam penentuannya.

"Ya, jadi Cak Imin sudah mengajukan 10 nama ke Pak Jokowi, tetapi ya pada akhirnya Pak Jokowi yang akan menetukan sendiri. Nah, saya juga tidak tahu siapa aja namanya 10 nama itu, mungkin yang tahu Pak Jokowi dan Cak Imin," terang Daniel.

Baca juga: PKB Klaim 10 Menteri, Taufiqulhadi: NasDem Layak Dapat Lebih

Pada kesempatan itu juga, Daniel turut mengungkapkan pos-pos menteri yang diincar oleh PKB. Ia mengaku pihaknya mengincar basis kementerian yang menyangkut masyarakat banyak seperti Menteri Pendidikan dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"Menteri desa mungkin karena kan memang sudah berjalan mungkin dibidang yang menyangkut basis masyarakat banyak, pendidikan," ungkap Daniel.

Di samping itu, Daniel juga mengaku bahwa PKB akan berfokus pula dalam bidang ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, Daniel merangkum bahwa dua hal, yakni pendidikan dan ekonomi kerakyatan lah yang menjadi penekanan pihaknya untuk disumbangsihkan dalam pemerintahan Jokowi jilid dua kali ini.

"Satu, masalah sumber daya manusia sehingga pendidikan harus menjadi basis yang penting untuk ditingkatkan. Kedua tentu yang sangat penting kita pikirkan adakah masalah ekonomi. Bagaimana nanti kabinet di periode Jokowi jilid dua ini bisa benar-benar meningkatkan pendapatan dan daya beli maayarakat," pungkas Daniel. (OL-4)

BERITA TERKAIT