05 July 2019, 19:20 WIB

Rizieq Shihab jadi Syarat Rekonsiliasi, Istana: Jangan Pragmatis


Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum

NARASI rekonsiliasi antara kubu Presiden terpilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto jangan disusupi misi pragmatis yang mengintervensi penegakan hukum.

Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, rekonsiliasi jangan didasari syarat untuk membebaskan sejumlah pendukung Prabowo yang terjerat kasus hukum, seperti yang menimpa Rizieq Shihab.

"Kita tidak boleh terjebak dalam pemikiran pragmatis, nanti mengganggu sistem negara ini," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (5/7).

Baca juga: FPI belum Kantongi Rekomendasi Kementerian Agama

Rekonsiliasi, jelas Moeldoko, sejatinya untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan jadi media negosiasi bagi kelompok tertentu "Jangan memikirkan negosiasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Kita harus memikirkan negara," tandasnya.

Mantan panglima TNI menilai bahwa sejatinya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo sudah terbangun. Pendukung keduanya di akar rumput juga telah memperbaiki hubungannya pascapilpres. Ia juga menilai rekonsiliasi tak lagi menjadi agenda prioritas Jokowi

"Menurut saya, hal yang sudah normal sebenarnya jadi tidak terlalu penting lah itu dibicarakan lagi," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak berpendapat, kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air semestinya menjadi bagian dari rekonsiliasi politik Jokowi-Prabowo. (OL-8).

BERITA TERKAIT