01 July 2019, 14:59 WIB

Wali Kota Gorontalo Laporkan LHKPN ke KPK


M Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

MI/M Ilham Ramadhan Avisena
 MI/M Ilham Ramadhan Avisena
Wali Kota Gorontalo Marten Taha (tengah) dan Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono (kanan) melaporkan LHKPN ke KPK, Senin (1/7).

WALI Kota Gorontalo Marten Taha bersama dengan Wakilnya Ryan Kono mengungkapkan kedatangannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertujuan untuk melaporkan harta kekayaannya setelah dilantik satu bulan yang lalu.

"Secara online (LHKPN) sudah dikirimkan, tapi dimintakan juga untuk menyerahkan hard copy-nya sebelum satu bulan dan dapat pengarahan dari tim satgas korsupgah korupsi di KPK," kata Marten usai melaporkan kekayaannya di gedung KPK, Senin (1/7).

Selain melaporkan harta kekayaannya, Marten juga melakukan presentasi hasil rencana aksi pencegahan di Gorontalo. Pejabat eksekutif maupun legislatif, kata dia, 100% telah melaporkan LHKPN.

"LHKPN kami 100% baik eksekutif maupun legislatif dengan jumlah LHKPN dan LHKASN 217 orang. Kami juga melaporkan rencana aksi tentang unit pengendalian gratifikasi. Ada dua orang ASN kami yang melaporkan gratifikasi lebaran kemarin," terangnya.

Baca juga: KPK Terima 36.741 LHKPN Caleg

Marten juga menyampaikan soal Strategi Nasional pencegahan korupsi di kota Gorontalo yang telah perjalan dengan baik. Itu dikarenakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) berjalan dengan baik dan diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan di berbagi dinas dan badan yang ada di kota Gorontalo.

Marten menyatakan dirinya hanya menyampaikan soal rencana aksi yang dilakukan di kotanya sebab tidak ditemukan adanya penindakan korupsi di Gorontalo.

"Kita bicara masalah pencegahan, tidak ada penindakan, KPK setiap tahun itu empat kali datang ke kantor saya untuk melakukan TOT bukan OTT," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT