29 June 2019, 06:20 WIB

NASA Terbangkan Drone ke Titan Cari Kehidupan


mediaindonesia | Internasional

  (Photo by HO / NASA / AFP)
  (Photo by HO / NASA / AFP)
Ilus  Dragonfly akan menjelajahi lusinan lokasi di seluruh dunia es, mengambil sampel dan mengukur komposisi bahan permukaan organik Titan 

NASA berencana menerbangkan drone ke bulan terbesar yakni Titan di Saturnus. Tujuannya untuk mencari kehidupan. Seperti disampaikan badan antariksa itu, Kamis (27/6).

Misi Dragonfly, yang akan diluncurkan pada 2026 dan mendarat pada 2034, akan mengirim drone untuk terbang ke puluhan lokasi melintasi bulan es itu. Bulan ini memiliki atmosfer substansial dan dipandang para ilmuwan setara dengan Bumi pada era awal.

Ini merupakan satu-satunya benda angkasa selain planet kita yang diketahui memiliki sungai, danau, dan laut cair di permukaannya, meskipun lautnya mengandung hidrokarbon seperti metana dan etana, bukan air. "Mengunjungi dunia lautan yang misterius ini dapat merevolusi apa yang kita ketahui tentang kehidupan di alam semesta," kata administrator NASA Jim Bridenstine.

"Misi mutakhir ini kemungkinan tidak terpikirkan bahkan beberapa tahun yang lalu, tetapi kita sekarang siap untuk penerbangan luar biasa, Dragonfly."

NASA mengatakan kendaraan itu memiliki delapan rotor dan terbang seperti drone besar.

"Selama misi 2,7 tahun, Dragonfly akan menjelajahi beragam lingkungan mulai dari bukit pasir organik hingga ke dasar kawah. Di sana air dan bahan organik kompleks yang merupakan kunci kehidupan pernah ada selama puluhan ribu tahun," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Instrumen-instrumen Dragonfly akan mempelajari sejauh mana kimia prebiotik mungkin telah berkembang. Mereka juga akan menyelidiki atmosfer dan permukaan atmosfer bulan dan bawah permukaan laut dan reservoir cairan.

Titan yang merupakan bulan terbesar kedua di Tata Surya kita ini diketahui memiliki lapisan air es yang tebal, yang di bawahnya adalah lautan yang terbentuk oleh air. Lautan bawah tanah di Titan diketahui bisa menyokong kehidupan, sedangkan danau dan lautan hidrokarbon pada permukaannya bisa mengandung bentuk-bentuk kehidupan.

Atmosfer Titan sebagian besar terbuat dari nitrogen, seperti halnya Bumi, tetapi empat kali lebih padat. Titan berjarak 1,4 miliar kilometer dari Matahari, dengan suhu di permukaannya mencapai minus 179 derajat Celcius dan tekanan permukaannya mencapai sekitar 50% lebih tinggi daripada Bumi. (AFP/Yan/I-1)

BERITA TERKAIT