Pengajuan Sertifikasi Halal Kini Bisa Dilakukan Secara Daring


Penulis: Indriyani Astuti - 27 June 2019, 19:00 WIB
Ist
 Ist
Wakil Direktur LPPOM MUI, Sumunar Jati

LEMBAGA Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) meluncurkan aplikasi guna mempermudah industri yang ingin mengajukan sertifikasi halal. Sistem sertifikasi secara daring itu dinamakan Cerol 3.0 yang dirilis di Jakarta, Kamis (27/6).

Wakil Direktur LPPOM MUI, Sumunar Jati, menjelaskan sistem tersebut lebih praktis, efisien, serta mudah diakses melalui gawai seperti telefon pintar (smart phone), tablet, ipad, ataupun komputer. Kemudahan itu hadir dalam fitur baru seperti penjadwalan audit untuk sertifikasi produk halal secara daring, tampilan pengguna yang baru, dan kemudahan pencarian bahan/produk.

Baca juga: Keramahan Masyarakat, Unsur Penting Kemajuan Pariwisata

“Tampilan menunya didasarkan pada fitur-fitur yang memudahkan seperti adanya alur proses sertifikasi halal. Pengguna bisa memantau prosesnya mulai dari registrasi, monitoring hingga menggunduh sertifikat. Selain itu, bisa juga diketahui apakah hasil auditnya sudah lolos atau baru sampai proses fatwa,” terangnya.

Semua menu, imbuhnya, ditampilkan dalam bentuk pop up sehingga pengguna tidak perlu membuka jendela (windows) baru. Sebelum dirilis, LPPOM MUI sudah melakukan uji coba dan serangkaian tes yang melibatkan pengguna (perusahaan) untuk bisa memberikan masukan dan pengalaman pengguna untuk meningkatkan fungsi dan fitur dari sistem sertifikasi halal online ini. Beberapa di antaranya perwakilan perusahaan pengolahan, restoran, kosmetika, flavor, asosiasi, hingga logistik. Bahkan dari beberapa asosiasi, di seperti Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Flavor dan Fragrance Indonesia (AFFI), dan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi).

“Untuk perusahaan yang bahan bakunya banyak, dokumen bisa ditampilkan melalui tabel dan segera bisa dihapus atau diperbaharui,” terangnya.

Pihaknya, kata Sumunar, menyadari lingkup sertfikasi halal semakin luas terutama setelah Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) disahkan. Oleh karena itu, dalam sistem sertifikasi daring ini, LPPOM MUI membedakan berbagai proses bisnis dengan adanya pengkatagorian seperti restoran, rumah potong hewan (Slaughterhouse), pabrik (Manufactoring), dan sektor jasa (services) seiring berkembangnya wisata halal.

Di samping itu, dengan adanya sistem ini,terangnya, mempersingkat waktu sertifikasi yang semula 75 hari menjadi 45 hari. Setelah mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk sertifikasi halal, industri atau penyedia layanan jasa dapat memilih waktu untuk dilakukan proses audit oleh LPPOM MUI.

“Ketika audit sudah dilakukan dan ada temuan atau catatan dari auditor, yang akan muncul dalam sistem hanya catatan saja. Ini memudahkan pengguna untuk memperbaiki atau menambah dokumen yang diperlukan. Ketika dokumen sudah lengkap, perusahaan bisa menetapkan waktu audit karena fitur jadwal sudah tersedia,” paparnya. ‘

Baca juga: Macadamia, Tanaman dengan Nilai Ekologis dan Ekonomi Tinggi

Untuk mempermudah pengguna Cerol-SS23000 dalam hal pembayaran. LPPOM MUI juga akan membuka opsi pembayaran daring atau gerai minimarket tujuannya untuk melengkapi pembayaran secara daring sebelumnya yang sudah ada melalui transfer bank, layanan Visa dan Mastercard.

“Semua peningkatan ini merupakan kesiapan LPPOM MUI dalam menghadapi pemberlakuan UU JPH pada Oktober 2019,” tukasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT