Pemilik Suara Tak Inginkan Calon Tunggal di Munas KONI


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 26 June 2019, 20:25 WIB
Antara/Wahyu Putro
 Antara/Wahyu Putro
Wakil Ketua Umum KONI Jatim La Nyalla Mattalitti

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia akan menggelar musyawarah nasional yang salah satu agendanya memilih ketua umum pada 2 Juli mendatang. Sejumlah nama pun digadang maju menjadi calon ketua umum.

Di tengah aura kompetisi menuju kursi ketua umum KONI, beredar isu yang menyebut adanya pihak yang mendorong pemilihan merujuk pada aklamasii. Wacana itu pun ramai-ramai ditolak pemilik suara Munas KONI.

Salah satunya adalam Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, ajang pemilihan Ketua Umum KONI periode 2019-2023, harusnya bersifat demokratis dengan melibatkan sejumlah calon.yang nantinya akan mendengarkan aspirasi anggota KONI.

Baca juga : KONI Pusat Gelar Rapat, Ini yang Dibahas

"Jangan jadi belenggu dengan menerapkan syarat-syarat yang memberatkan para calon Ketua Umum KONI yang akan mencalonkan diri. Jika ada lebih dari satu calon biarkan bertanding dengan sportif. Jangan ada upaya pengkondisian hanya satu calon saja. Degarkan aspirasi para anggotanya," kata La Nyalla Mattalitti dalam keterangannya.

Ia menambahkan,, jika nantinya Munas hanya diikuti oleh satu calon saja, maka dikhawatirkan muncul sikap otoriter bagi calon yang terpilih secara aklamasi.

"Maka dari itu fungsi dari Tim Penjaringan dan Penyaringan juga harus bersikap lebih fair. Mereka tugasnya bukan menyeleksi calon tapi hanya merekomendasikan calon untuk kemudian diserahkan kepada Pleno dalam Munas nanti. Jadi yang memutuskan calon itu berhak atau tidak untuk maju adalah melalui Pleno bukan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan yang dibentuk KONI Pusat," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris KONI Sulawesi Utara Tony Kuli. Dia juga menolak calon tunggal atau aklamasi pada Munas KONI pada 2 Juli mendatang.

"Saya tidak setuju kalau calon tunggal, karena tidak demokratis dan tidak sportif. Sebaiknya minimal dua calon atau lebih agar ramai," tandasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT