Sambil Memperdalam Agama, Abdul Muiz Sukses di Bisnis Gim


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 26 June 2019, 17:00 WIB
Dok.  Avero Global Indonesia
 Dok. Avero Global Indonesia
Abdul Muiz Farist

BERBISNIS adalah 9 pintu rezeki diajarkan dalam agama islam. Kunci utama untuk meraih kesuksesan bisnis salah satunya dengan selalu melibatkan Allah dalam berbisnis. Bisnis yang melibatkan Allah SAW dijamin menguntungkan dan membawa keberkahan.

Salah seorang pemuda asal Semarang ini adalah contohnya, dalam usia yang relatif masih muda, Abdul Muiz Farist semakin sukses memaksimalkan potensi Industri gim yang sedang berkembang pesat sekarang ini, justru setelah ia mulai masuk sebuah Pesantren di Depok untuk menghafal Al-Quran.

Perusahaan yang ia kembangkan berhasil menjadi penyedia berbagai kebutuhan mobile game yang cukup diperhitungkan di Indonesia.

Dunia gamers sendiri bukanlah hal baru bagi pria berusia 24 tahun ini. Abdul Muiz dikenal di kalangan gamers dengan nama Farexcel. 

Lewat PT Avero Global Indonesia, perusahaan yang didirikan oleh Abdul Muiz sukses meraup pertumbuhan yang pesat dengan kenaikan hampir 300% hanya dalam kurun waktu 3 bulan saja.

Baca juga : KPAI Minta Gim Daring Negatif Diwaspadai

Dengan membawa bendera Avero Indonesia, perusahaan ini sukses merambah ke berbagai jenis layanan Game Voucher lainnya, seperti gim populer Mobile Legends, PUBG, Ragnarok dan masih banyak game lainya dengan omset mencapai sebesar Rp1,3 miliar per bulan.

“Saya meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa meraih sebuah kesuksesan mungkin bukanlah hal yang sulit jika kita benar-benar memahami esensi yang sebenarnya, yaitu jadikanlah Allah sebagai Mitra sukses sejak kali pertama melangkah di awal perjalanan hidup di tengah masyarakat,” katanyya lewat keterangan tertulis.

Sebelum menemukan kesuksesan pada bisnis yang dijalani, Abdul Muiz mulai mencoba untuk mengenyam pendidikan pesantren. Belajar di pesantren membuatnya memiliki keyakinan hati dalam menapak selangkah demi selangkah kehidupan bisnis di hampir setiap rencana yang dilakukan seorang Abdul Muiz.

Namun dalam perjalanan bisnisnya sejak 8 tahun silam, Abdul Muiz sudah puluhan kali terpuruk. Keterpurukan terberatnya adalah sekitar 2 tahun lalu yang bukan hanya meruntuhkan perusahaan yang dirintisnya dengan susah payah, sehingga ikut meruntuhkan nama baik yang selama ini dibangun. Hal itu disebabkan karena pencemaran nama baik yang dilakukan oleh sejumlah pihak.

“Namun saya yakin, Allah senantiasa bersama orang-orang yang bersabar dalam menghadapi setiap ujian dunia yang datang kepada setiap Hamba-Nya,” kata Abdul Muiz yang dalam dunia gim online dikenal dengan julukan Farexcel.

“Dengan atas izin Allah, bisnis yang saya bangun kembali di masa-masa selanjutnya malah mampu lebih besar skalanya dari sebelumnya,” katanya lagi.

Abdul Muiz pun memutuskan untuk menyerahkan bisnisnya dikelola oleh rekan-rekan profesional dan lebih memilih untuk kembali masuk ke Pesantren untuk mendalami ilmu Agama.  

Kesuksesan Abdul Muiz di industri Mobile Game Tanah Air diawali dari sebuah keisengan yang dulunya sekadar bermain games untuk mengisi waktu luang. Namun karena jiwa bisnis yang bergelora sejak usia yang masih muda sepertinya sudah digariskan dalam diri Abdul Muiz, membawa Avero Indonesia berhasil menjadi sebuah inovasi bisnis games, dengan penjualan lebih dari Rp4 miliar.

Peningkatan bisnis yang dirintis oleh Abdul Muiz Farist ini terlihat dari peningkatan jumlah karyawan di Avero Indonesia, yang ketika dulu ditinggalkan olehnya cuma punya 10 pegawai.

Baca juga : Kesibukan Dibalik Terciptanya Gim

“Sekarang Alhamdulillah tahu-tahunya sudah ada lebih dari 40 karyawan didalamnya, sampai-sampai masih banyak yang belum sempat dikenal baik di antara pegawai tersebut,” katanya.

Perusahaan yang sudah berjalan kurang lebih 1 tahun 7 bulan ini pun dalam waktu dekat berencana untuk mengembangkan 11 bidang usaha mulai dari clothing line, bimbingan belajar, Gaming equipment, Broadcasting dan juga bidang lainnya.

Setelah masuk ke pesantren, Abdul Muiz merasa terpanggil untuk inkubasi bisnis di pesantrennya, karena sejak awal masuk pesantren, sudah sempat diminta untuk mengajar ilmu bisnis ke santri-santri.

Harapannya santri-santri tidak hanya hebat dalam segi pengetahuan Agama, tetapi juga memiliki kompetensi sehingga mampu untuk bersaing dan bertahan di dunia luar setelah lulus dari pesantren.

Dalam beberapa waktu ke depan, Abdul Muiz a.k.a Farexcel juga berniat untuk fokus memajukan pesantren tempat dirinya menimba ilmu, terutama peningkatan kualitas dan kompetensi para santri yang ada di sana melalui program-program bisnis yang akan direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk juga proyek bisnis yang memang sudah dipersiapkan, untuk pemberdayaan para santri. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT