Bursa Optimistis Pasar Tumbuh Positif


Penulis: Atalya Puspa atalya@mediaindonesia.com - 27 June 2019, 08:00 WIB
(ANTARA/Citro Atmoko)
 (ANTARA/Citro Atmoko)
Jajaran direksi BEI saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Rabu.  

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis pasar Indonesia tetap tumbuh positif di tengah tantangan yang banyak melanda pelaku pasar. Hal itu terlihat dari kinerja perdagangan BEI tahun lalu, yakni menjadi bursa dengan jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN.

"Pada 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul daripada Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari. Sampai April 2019, BEI tetap unggul dengan rata-rata frekuensi harian 436 ribu transaksi per hari," ujar Sekretaris PT BEI Yulianto Aji Sandono, di Jakarta, kemarin.

Dari segi perusahaan tercatat, BEI telah memfasilitasi 57 perusahaan tercatat baru pada 2018. Angka itu merupakan pencapaian tertinggi sejak privatisasi bursa efek dalam 26 tahun terakhir, serta sebagai bursa yang terbanyak mencatatkan penawaran saham perdana (IPO) di ASEAN. Menyusul Indonesia yakni Malaysia (22 perusahaan tercatat/IPO), Thailand (19), Singapura (17), Vietnam (35), dan Filipina (1).

"Selama kurun waktu 2014 sampai April 2019 pertumbuhan perusahaan tercatat di Indonesia yakni 24,3%, Thailand 15,5%, Filipina 1,5%, dan Malaysia 1,0%, sedangkan Singapura malah turun 4,5%."

Dari segi pengembangan investor, pada 2018 total investor di pasar modal Indonesia mencapai 1,6 juta, atau tumbuh 44% dari 2017 yang sebanyak 1,1 juta. Pada periode sama, investor saham mencapai 854 ribu atau naik 36% ketimbang 2017 yang mencapai 630 ribu. "Kini per Mei 2019, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 1,9 juta dengan investor saham mencapai 952 ribu," jelas Yulianto.

Ke depan, kata dia, BEI terus mendukung pembangunan pasar modal yang berkelanjutan sejalan dengan best practice bursa di tingkat global.

Tetap terjaga

Secara terpisah, dalam rapat dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan pada Juni tetap terjaga dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo menyatakan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan juga masih positif pada Mei 2019. Kredit perbankan tumbuh stabil di level 11,05% (yoy), didorong pertumbuhan kredit investasi yang meningkat ke level 15,70% (yoy) yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Adapun pertumbuhan piutang pembiayaan meningkat 5,03% (yoy). Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga perbankan tumbuh 6,27% (yoy), didorong pertumbuhan deposito 8,84% (yoy).

Lembaga jasa keuangan juga mampu menjaga profil risiko pada level terkendali. Risiko kredit perbankan berada pada level rendah, tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,61% (dengan NPL net 1,18%).

Ia mengatakan OJK terus mendukung reformasi struktural oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. "OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi serta mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan." (*/E-3)

BERITA TERKAIT