20 June 2019, 09:14 WIB

Dua Kecamatan di Kabupaten Konawe masih Terisolasi


Antara | Nusantara

Antara
 Antara
Seorang petani membawa sepeda motornya dengan rakit melintasi banjir merendam sawah di Desa Puduria, Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/6)

DUA dari 18 kecamatan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara masih terisolasi akibat banjir melanda daerah ini dalam setengah bulan ini. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Konawe yang diterima di Kendari, Rabu (19/6) malam, menyebutkan, kedua kecamatan yang masih terisolasi akibat banjir tersebut adalah Kecamatan Routa dan Kecamatan Latoma.   Kemudian tiga kecamatan masih tergenang air dengan ketinggian 30 centimeter hingga 1 meter yaitu Kecamatan Pondidaha, Kecamatan Wonggoduku, dan Kecamatan Wonggoduku Barat. Akibat banjir, penduduk yang mengungsi mulai terserang penyakit kulit.   

Pendistribusian bantuan logistik bagi daerah yang masih terisolasi dilakukan dengan helikopter. Kepala BPBD Konawe, Ameruddin mengatakan  proses evakuasi dan bantuan di daerah yang masih tergenang dilakukan dengan perahu karet maupun rakit. Hingga Rabu (19/6), warga yang masih mengungsi sebanyak 4.718 kepala keluarga yang terdiri dari 18.408 jiwa tersebar 126 desa. Dan delapan kelurahan di 18 kecamatan masih bertahan di tempat pengungsian, menyusul banjir yang terjadi di wilayah tersebut sejak setengah bulan lebih.    

Rumah penduduk yang hanyut sebanyak 193 unit dan terendam air sebanyak 5.762 unit. Sedangkan masjid terendam air sebanyak 34 unit.    Fasilitas umum terendam air sepanjang 228 meter, puskesmas sebanyak 4 unit, pasar 1 unit, jalan sepanjang 254,1 kilometer, dan kantor pemerintah sebanyak 104 unit. Bangunan sekolah yang ikut terendam air yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 32 unit, SD 49 unit, dan SMA 14 unit. Lahan pertanian dan perikanan yang terendam air untuk sawah seluas 8.543 hektare, lahan jagung 344 hektare, tambak 808 hektare, hortikultura 43 hektare, hewan ternak 73.214 ekor, dan lain-lain.

baca juga: Basarnas Identifikasi 19 Korban Tewas KLM Arim Jaya

Banjir yang melanda Kabupaten Konawe ini karena intensitas hujan yang tinggi menjadikan Sungai Konaweha, Sungai Lahambuli, dan Sungai Rawa Aopa meluap. Rentetan banjir yang melanda Kabupaten Konawe tersebut terjadi sebelum Lebaran hingga usai Lebaran Idul Fitri 2019.    Personel yang dilibatkan atau diturunkan untuk membantu
penduduk yang terkena bencana banjir sebanyak 1.047 orang yang berasal dari TNI/Polri, PMI, pemadam kebakaran, pramuka, Orari, Ditpolair, kelompok pecinta alam, dan lain sebagainya.    

"Kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi saat ini selimut, popok, dan susu, perawat pendamping, pemeriksaan kesehatan, vitamin, perahu karet, dan ganset," kata Ameruddin. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT