20 June 2019, 09:20 WIB

Golkar Daerah masih Percaya Airlangga


Media Indonesia | Politik dan Hukum

 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto.

PASCAPEMILU 2019, muncul wacana untuk mempercepat munas Partai Golkar guna memilih ketua umum dan pengurus yang baru. Namun, di saat yang sama, mengalir dukungan dari daerah untuk tetap mempertahankan Airlangga Hartarto sebagai orang nomor satu Partai Beringin.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumatra Utara (Sumut) Ahmad Doli Kurnia, misalnya, mendukung Airlangga tetap menjadi ketua umum karena dianggap mampu membawa Golkar keluar dari masa-masa sulit.

"Airlangga layak untuk didukung kembali untuk menjabat ketua umum dalam satu periode hingga lima tahun mendatang," kata Doli saat dihubungi Medcom.id, kemarin.

Doli mengatakan suara itu merupakan aspirasi DPD Golkar Sumut. Ia menyebut di bawah kepemimpinan Airlangga, Golkar masih bisa berhasil memperoleh capaian positif di Pemilu 2019. "Kepemimpinan Airlangga telah mampu menunjukkan kembali betapa Golkar memiliki ketahanan yang tinggi dalam menghadapi kesulitan sebesar apa pun," ujarnya.

Mantan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) itu mengatakan kebijakan dan strategi Airlangga juga mampu membalikkan keadaan dan mematahkan berbagai prediksi banyak orang tentang Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu sempat diprediksi hanya mampu memperoleh suara 6% hingga 7% di Pemilu 2019.

"Hal itu tidak terjadi, karena Airlangga berhasil mengembangkan kembali tradisi konsolidasi secara partisipatif turun ke bawah, mengajak seluruh pimpinan dan kader untuk bergerak dan bekerja melakukan pemenangan Golkar," ujarnya.

Lebih lanjut, Doli mengatakan Airlangga tercatat sudah tiga kali turun konsolidasi ke Sumut dalam kurun lima bulan menjelang hari pencoblosan. Sepanjang konsolidasi di Sumut, Airlangga telah menyampaikan visi, gagasan, dan agenda pemenangan Golkar hingga Pemilu 2024.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Jatim) Zainuddin Amali. "Dalam kapasitas saya sebagai ketua partai tingkat Provinsi Jawa Timur, yang DPD-nya paling besar, yakni 38, saya kira kita beri kesempatan pada Pak Airlangga. Itu lebih fair untuk kita ke depan."

Zainuddin menilai Airlangga mampu menjaga elektabilitas partai ketika berada di titik nadir akibat konflik internal yang berkepanjangan. Tugas Airlangga mempertahankan Golkar menjadi partai papan atas di Pemilu 2019, menurut dia, tidak mudah.

"Beliau datang di saat partai sedang terpuruk. Beliau datang di saat partai sedang bermasalah, tetapi masih bisa menahan itu," ucapnya.

Dia menambahkan, Golkar saat ini sudah tidak lagi bergantung kepada figur atau ketokohan seseorang. Golkar dianggap telah bergantung pada sistem yang berjalan. (P-3)

BERITA TERKAIT