Panglima Nyatakan Sesepuh TNI Selalu di Hati Prajurit


Penulis: Golda Eksa - 20 June 2019, 09:10 WIB
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

KEBERHASILAN dalam pelbagai tugas yang dilaksanakan TNI tidak lepas dari nilai dan fondasi pemikiran para sesepuh militer. Purnawirawan merupakan guru dan teladan bagi generasi penerus TNI.

Hal itu dikemukakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di sela acara silaturahim dan halalbihalal bersama prajurit, PNS, dan purnawirawan, di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Jakarta, kemarin. Kegiatan itu diikuti 1.453 peserta.

Acara dihadiri antara lain Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Agus Suhartono, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna.

Tampak pula Ketua Umum PPAU Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, Ketua Umum PPAL Laksamana (Purn) Ade Supandi, perwakilan PPAD, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), dan perwakilan Pepabri.

Keberhasilan TNI, lanjut Hadi, tidak lepas dari peran dan bimbingan para purnawirawan. "Para pendahulu yang telah paripurna dalam penugasan yang sangat mulia merupakan suri teladan dan guru bangsa yang akan selalu digugu dan ditiru generasi penerus TNI," katanya.

Menurut dia, setiap prajurit pasti akan hormat kepada para sesepuhnya. Purnawirawan pun selalu ada di hati setiap prajurit. Realitas itu tidak lepas dari jasa-jasa para sesepuh kepada TNI dan negara.

"Para sesepuh selalu menempati tempat yang terhormat di hati setiap prajurit. Karena keberadaan kita hari ini berkat jasa beliau-beliau yang telah terlebih dahulu mengabdikan dirinya untuk TNI dan negara tercinta ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dan purnawirawan untuk bersatu serta tetap berdiri di atas semua anak bangsa. Pesta demokrasi telah usai dan tidak boleh terjadi polarisasi.

"Saya harapkan tidak ada lagi yang nama-nya 01 dan 02. Tapi, kita semua adalah bangsa Indonesia," tegasnya.

Di sisi lain, matnan KSAD itu menyebut radikalisme sudah menyebar ke banyak sendi kehidupan masyarakat. Bahkan, kata dia, sebagian kecil anggota TNI ada yang terpapar paham radikalisme dan menolak ideologi Pancasila.

"Kurang lebih 3% ada TNI yang terpapar radikalisme," ujarnya.

Ryamizard menyayangkan kondisi tersebut karena prajurit TNI terikat sumpah Saptamarga. Oleh karena itu, ia berharap keluarga besar TNI membantu pemerintah memecahkan persoalan tersebut.  (Gol/P-3)

BERITA TERKAIT