19 June 2019, 22:14 WIB

Pendapatan Premi Tugu Insurance Naik 65%


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

Dok. Tugu Insurance
 Dok. Tugu Insurance
Tugu Insurance

PENDAPATAN premi bruto secara konsolidasi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) hingga April tahun ini mencapai 125,23 juta dollar Amerika Serikat atau meningkat 65% secara tahnan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 76,10 juta dollar AS.

Kuartal III dan IV diprediksi bisa lebih baik karena akan ada pembaruan premi dari akun-akun besar.

Presdien Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengungkapkan, pendapatan premi induk perusahaan ditopang oleh masuknya beberapa premi besar di sektor engineering, aviasi, dan energi.

"Ke depan, kami yakin pendapatan perseroan semakin baik karena pembaruan premi dari akun-akun besar biasanya baru masuk pada kuartal ketiga dan keempat,” jelas Indra di Jakarta, Rabu (19/6).

Indra mengatakan, besar peningkatan pendapatan premi bruto dikontribusikan baik dari induk perusahaan maupun anak perusahaan.

Baca juga : Tugu Insurance Tawarkan Asuransi Mudik Kaya Benefit

Kinerja positif lain yang diraih perseoran dalam periode yang sama adalah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 51% menjadi sebesar 12.71 juta dollar AS dari tahun lalu sebesar 8.4 juta dollar AS.

“Adapun dari sektor ritel, produk asuransi kendaraan bermotor t ride dan t drive yang menjadi produk terdepan kami juga mengalami pertumbuhan. Tercatat premi motor vehicle hingga April 2019 naik 96% YoY dari 1.53 juta dollar AS menjadi 3.01 juta dollar AS dengan peningkatan hasil underwriting yang signifikan dari 256 ribu dollar AS menjadi 1.45 juta dollar AS,” tambah Indra.

Selama ini, asuransi kendaraan bermotor roda dua masih merajai pangsa pasar bisnis asuransi umum, karena penjualan kendaraan bermotor roda dua setiap tahunnya lebih tinggi dibanding penjualan mobil.

Secara konsolidasi, hasil underwriting meningkat 10% dari 14,82 juta dollar AS menjadi 16,23 juta dollar AS. Dibandingkan April tahun lalu, hasil underwriting induk perusahaan meningkat sebesar 10% dari 12,51 juta dolar AS menjadi 13,70 juta dollar AS.

Selain peningkatan premi, kenaikan hasil underwriting induk perusahaan juga ditopang kualitas risiko yang semakin baik, yang dicerminkan dari penurunan beban underwriting sebesar 17% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara umum, menurut Indra, Tugu Insurance dapat beroperasi lebih efisien dengan expense ratio 25,16%, jauh di bawah data industri asuransi umum per April 2019 yang mencapai 39,44%.

Efisiensi itu juga terlihat pada combined operating ratio perseroan yang sebesar 55,49%, sedangkan industri asuransi umum mencapai 93,63%.

“Ke depan, kami terus berupaya untuk mencari bisnis-bisnis baru dari korporasi, BUMN, sekaligus mengoptimalkan sinergi dengan Pertamina Group dan pemegang saham lainnya,” jelas Indra.

Untuk menangkap peluang pasar, lanjut dia, perseroan juga mengembangkan inovasi produk dan kemitraan dengan perusahaan lain.

Dengan tetap mempertahankan rating A- dari AM BEST diharapkan dapat memperluas pasar non domestik, terutama mengawal proyek-proyek PT Pertamina di luar negri.

Sampai dengan periode ini Tugu Insurance telah menjalin kerja sama dengan beberapa bank BUMN untuk memperoleh fasilitas Kontra Bank Garansi.

"Hal ini dapat menjadi peluang pengembangan bisnis yang sangat baik. Terlebih lagi, permintaan Kontra Bank Garansi dari bank BUMN cukup besar,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT