New Carry Pick Up Jelajahi Histori Merapi


Penulis: Nurtjahyadi - 20 June 2019, 03:00 WIB
MI/VICKY GUSTIAWAN
 MI/VICKY GUSTIAWAN
Pengunjung melihat mobil Suzuki New Carry pick Up yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show

GUNUNG Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi kawasan test drive New Carry Pick Up. Kendaraan yang baru diperkenalkan pada perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) pada Mei 2019 diuji sejumlah wartawan pada lokasi yang cukup menantang.

Yogyakarta menjadi uji kendaraan karena kota ini merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi besar terhadap penjualan Carry Pick Up dengan beragam bidang usaha pelanggan. Di antaranya usaha kecil dan menengah yang sesuai dengan target pasar kendaraan tersebut.

Menurut 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, generasi baru Suzuki Carry itu mengusung konsep ILMU. Konsep tersebut merupakan kependekan dari Irit bensin dan perawatan, Lama umur pakainya, Muat banyak, dan Untung di ujung.

"Oleh karena itu, melalui media test drive Suzuki New Carry Pick Up ini, kami ingin menunjukkan keunggulan konsep ILMU yang telah berkontribusi terhadap kemajuan bisnis para konsumen kami," ujar Donny Saputra

Perjalanan ajang yang turut didukung main dealer Suzuki untuk wilayah Yogyakarta, PT Sumber Baru Aneka Motor itu bermula dari Melcosh Cafe Jalan Kaliurang km 23 Pakem, Ngipiksari, Hargobinangun, menuju kawasan wisata Batu Alien, yang terletak di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta. Rute itu dipilih karena medannya cukup bervariasi.

Mulai jalan mulus berliku, tanjakan terjal, turunan curam, sampai jalan berpasir dan berbatu menjadi menu utama. Semua diterjang saat para awak media memasuki area terdampak erupsi Gunung Merapi pada 2010.
Mengusung mesin K15B-C yang sama dengan Suzuki Ertiga, New Carry mampu melalui rute dengan mudah. Torsinya yang cukup besar menjadi alasan utama. Jadi, bukan lagi kejutan saat kendaraan ini mudah menaklukkan jalan mendaki yang mewarnai rute kali ini.

Lapang dan nyaman
Keunggulan lainnya, yaitu ruang kabin yang lapang sehingga masih nyaman untuk diisi tiga orang. Selain penambahan dimensi jika dibandingkan dengan pendahulunya, pindahnya tuas transmisi dari yang awalnya bertumpu di lantai menjadi pada bagian dasbor juga merupakan penyumbang terbesar meningkatnya keleluasaan kaki bergerak.

Bangku pengemudi pun kini lebih manusiawi karena dapat diatur maju-mundur. Susunan pedal-pedal dibuat lebih renggang sehingga gerakan kaki pengemudi lebih nyaman tanpa harus terganggu kehadiran batang setir di antara pedal kopling dan rem.

Yang juga menjadi kelebihan mobil itu ialah kapasitas bak yang besar seluas 11,2 meter persegi dan mampu mengangkut beban hingga 1 ton. Walaupun dimensinya otomatis sedikit lebih besar, ini tidak menginfeksi kelincahan manuver di jalan sempit berkat radius putarnya yang kecil.

Selain ke lokasi Batu Alien, empat unit New Carry Pick Up itu juga menyambangi Museum Sisa Hartaku. Ini merupakan rumah dengan kondisi luluh lantak akibat erupsi Gunung Merapi yang sengaja dibiarkan pemiliknya sebagai saksi bisu peristiwa bencana alam yang menewaskan ratusan jiwa itu.

Kerangka ternak, gelas-gelas yang meleleh, sepeda motor yang tinggal komponen logamnya yang tersisa, perabot, dan berbagai barang pajangan dalam museum diharapkan mampu memberikan gambaran dahsyatnya dampak awan panas yang dijuluki ‘wedus gembel’ itu.

Perjalanan berlanjut menuju Kali Kuning yang tak jauh dari situ. Hamparan batu berukuran kepalan tangan hingga seukuran buah kelapa menjadi medan ideal untuk 'menyiksa' New Carry yang bagian baknya dimuati penuh potongan batang pohon sebagai beban. Hal ini dimaksudkan untuk menguji langsung kemampuan mobil niaga andalan baru Suzuki di Indonesia ini saat melayani kebutuhan sarana transportasi konsumen. Lokasi Kali Kuning menjadi akhir dari pengetesan New Carry Pick Up.

 

BERITA TERKAIT