Inpirasi Selamat Pagi Indonesia


Penulis: Suryani Wandari Putri - 19 June 2019, 19:50 WIB
MI/Suryani Wandari Putri
 MI/Suryani Wandari Putri
Jumpa pers film Say I Love You di Jakarta.

Keberhasilan SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu, Malang, Jawa Timur, membina dan membantu siswa yatim piatu dan kurang mampu mendapatkan pendidikan gratis, menginspirasi sutradara Faozan Rizal untuk mengangkat kisah mereka ke layar lebar.

Berjudul Say I Love You, film ini tak memlulu soal percintaan. Film ini lebih menekankan perjuangan sang penggagas, Julianto Eka Putra saat berusaha mewujudkan impiannya mendirikan sekolah gratis untuk kalangan tidak mampu.

"Saya terjebak Tuhan. Tahun 2000 saya bilang dihadapan ribuan orang tanpa berpikir terlebih dahulu bahwa saya akan buat sekolah gratis untuk anak tidak mampu. Di tahun 2010 Tuhan memberi jalannya," kata laki-laki yang akrab dipanggil Koh Jul ini dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/6).

Perjuangan Koh Jul mendirikan SMA SPI bukan tanpa tantangan. Ia memutuskan membagi waktunya bekerja sebagai pegusaha dan salah satu top leader PT Harmoni Dinamik Indonesia (HDI). Sayangnya sang istri kurang mendukung keputusannya.

Dukungan ia dapatkan dari HDI yang membelikannya tanah seluas 4 hektare, yang digunakan untuk mendirikan SMA SPI. Tak disangka, niat awal Koh Jul membantu siswa SMA, mengantarkannya menjadikan institusi pendidikan berprestasi yang menjadi sekolah percontohan. Bahkan sekolah ini telah memiliki berbagai lini usaha, seperti hotel, kampung kids, dan agen perjalanan.

Di film ini Verdi Solaiman didaulat berperan sebagai sosok yang pernah mendapatkan pernghargaan Kick Andy Heroes 2018 ini. Verdi mengaku mendapat tantangan besar ketika harus memerankan tokoh inspiratif itu. "Awalnya saya belum tahu kalau memang film ini diangkat dari kisah nyata, sampai suatu hari saya diajak untuk bertemu beliau. Niatnya ingin riset karakter, tapi takjub dengan kisah hidupnya," kata Verdi.

Hal senada pun diungkapkan Aldi Maldini, aktor muda alumni grup Coboy Junior yang memerankan Robet, siswa SMA SPI angkatan awal yang memiliki banyak kebiasaan buruk. Seperti bolos, merokok, mencuri dan sebagainya. Namun ketulusan Koh Jul dan dukungan teman-temannya menyentuh hati Robet untuk berubah.

Ia menata kembali hidupnya dan menemukan bakatnya di multimedia dan poduksi video. Kini Robet pun masih memimpin divisi Multimedia di SMA SPI. "Robet ini dikenal siswa nakal, tapi rupanya dia punya kemauan jadi orang yang sukses. Robet jadi salah satu orang yang menginspirasi buat saya," kata Aldi.

Tidak hanya memerankan sosok Robet. Aldi juga mengisi sountrack lagu dengan judul yang sama, Say I Love You yang berkolabrasi dengan Ashira Zamita.

"Kami ingin penonton bisa tertawa, menangis, dan terikat secara emosional dengan karakter. Kalau anak-anak kurang mampu saja bisa berhasil dengan segala keterbatasannya, kenapa kita tidak?" ungkap Brandon Chia, CEO HDI.

Lebih jauh Koh Jul memberi alasan mengapa film ini layak ditonton 4 Juli mendatang yang juga bertepatan dengan masa liburan sekolah. "Saya ingin mengajak semua orang mengubah nasib dengan membangun motivasi dan kemauan. Film ini pun bisa jadi pelajaran baik untuk para guru, kelapa sekaolah apalagi bisa dinikati seara fun tak perlu seminar dalam kelas," tutup Koh Jul. (M-3)

Baca juga : Afgan Pamit Vakum lewat Konser Agustus

BERITA TERKAIT