Raup Rp145,2 M, MARI Bagikan Dividen dan Kembangkan Radio Digital


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 19 June 2019, 14:30 WIB
Dok. PT. Mahaka Radio Integra
 Dok. PT. Mahaka Radio Integra
RUPS dan Public Expose MARI

PT. Mahaka Radio Integra (MARI) sukses membukukan net revenue sebesar Rp145,2 miliar dari 7 stasiun radio yang dikelolanya sepanjang 2018. Dengan hasil tersebut, MARI pun akan membagikan dividen sebesar Rp7 miliar kepada pemegang saham atau Rp1,36 per lembar saham.

Keputusan itu merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) MARI yang berlangsung di Jakarta, Rabu (19/6). Nilai yang digunakan untuk membagikan dividen menurut Presiden Direktur MARI Adrian Syarkawie, berjumlah 20% dari laba perseroan.

"MARI secara konsisten dapat meningkatkan revenue dari tahun ke tahun. Sisa dari pendapatan akan kita gunakan untuk mengembangkan bisnis digital," kata Adrian.

Dalam mengembangkan bisnis radio digital, MARI menggandeng PT. Quatro Kreasi Indonesia mendirikan PT. Mahaka Radio Digital yang akan fokus dalam pengelolaan aplikasi Noice. Aplikasi itu menyediakan layanan streaming radio dan podcast.

"Tim kami terus berinovasi, saat ini kami juga sedang melakukan penyempurnaan teknologi streaming musik yang akan diluncurkan bersamaan dengan peluncuran Noice 2.0 pada kuartal 4 tahun ini," ujar Adrian menambahkan.

Baca juga : Sritex Bagikan Dividen Rp62,36 Miliar

Untuk pembagian saham di PT. Mahaka Radio Digital, menurut Adrian, Perseroan akan memiliki 80% saham PT Mahaka Radio Digital dan sisanya sebesar 20% akan dimiliki oleh PT Quatro Kreasi Indonesia yang merupakan konsorsium dari  empat perusahan rekaman di Indonesia yaitu Musica, Aquarius Musikindo, My Music dan Trinity.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Mahaka Radio Integra Erick Thohir, melihat pengembangan bisnis secara digital ini sangat diperlukan. Noice diluncurkan untuk menjawab tantangan digitalisasi di bisnis radio. 

Erick optimistis, pengembangan digital melalui Noice ini akan jadi lokomotif yang baik untuk MARI. "Dengan adanya Noice pendengar secara digital meningkat, apalagi di Noice memungkinkan pendengar untuk chatting," terang Erick.

Erick menjelaskan, Noice tidak hanya menghadirkan radio livestreaming tetapi  juga akan menghadirkan konten audiovisual. Saat ini Noice sudah diisi dengan sejumlah konten yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia mulai dari cerita horor hingga komedi.

Untuk mengeksekusi seluruh strategi perseroan, MARI tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp11,2 miliar. Sementara untuk pendapatan tahun ini MARI menargetkan bisa menyentuh angka Rp161 miliar. (RO-OL-7)

BERITA TERKAIT