Pemerintah Fasilitasi Perluasan Pasar Produk UKM ke Azerbaijan


Penulis: Andhika prasetyo - 19 June 2019, 16:17 WIB
AFP
 AFP
Suasana di Baku, Azerbaijan, pada 27 April 2019.

KEDUTAAN Besar RI di Baku, Azerbaijan, meminta para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Tanah Air mulai mempersiapkan diri untuk memeriahkan Indonesia Cultural Festival (ICF) 2019.

Pameran yang merupakan kegiatan terpadu dalam mempromosikan potensi ekonomi, pariwisata, serta sosial budaya Indonesia itu merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan di Azerbaijan setiap tahun.

Baca juga:  Trump akan Bertemu Xi di KTT G20

Tahun ini ICF akan diselenggarakan di Fountain Square Baku, pada 13–15 September 2019.

Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bay Fananie berharap kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana pendongkrak ekspor. Selain itu, ICF juga harus dapat dimaksimalkan sebagai media promosi bagi wisata-wisata di nusantara sehingga bisa mendatangkan lebih banyak turis dari Azerbaijan.

Demi meramaikan ICF, Kedubes RI di Azerbaijan akan menyediakan tempat secara gratis bagi pelaku UKM yang ingin memamerkan produk di acara tersebut.

“Kami siapkan 30 booth untuk pengusaha Indonesia. Mereka bisa mempromosikan produk-produk mereka secara gratis kepada masyarakat Azerbaijan," ujar Husnan melalui keterangan resmi, Rabu (19/6).

Tidak hanya booth gratis, Husnan mengatakan pihaknya juga akan menyediakan kendaraan operasional yang bisa mendukung mobilitas pelaku UKM selama mengikuti pameran.

"Kami juga akan menyewakan wisma sebagai tempat penginapan bagi peserta," tuturnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Rully Indrawan menyambut baik upaya yang dilakukan Kedubes RI di Azerbaijan.

Ia pun meminta seluruh pelaku yang hendak mengikuti acara tersebut dapat mempersiapkan produk secara sempurna.

Kementerian KUKM pun akan menjadi kurator untuk menyaring 30 pelaku usaha yang nanantinya akan dibawa ke pameran di Azerbaijan.

“Kita hadapi pameran ini dengan persiapan yang serius. Kita akan simulasi di Smesco. Semua harus bagus untuk meninggalkan kesan baik. Kalau sampai tidak bagus, nanti bisa berdampak kepada produk yang lain,” papar Rully.

Hingga saat ini, tercatat sudah terdapat 85 pelaku UKM yang telah mendaftar untuk mengikuti ajang tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta serta Bali. (Pra/A-5)

BERITA TERKAIT