19 June 2019, 13:00 WIB

Kemendag Kantongi Pagu Indikatif Rp3,57 Triliun


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Anggoro
 MI/Anggoro
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri)

KEMENTERIAN Perdagangan mengantongi pagu indikatif untuk Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp3,57 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari total pagu anggaran 2019 yang hanya Rp3,29 triliun.

Kendati mengalami kenaikan, angka yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional serta disetujui Komisi VI DPR RI itu lebih rendah dari yang diusulkan Kemendag yakni Rp4,39 triliun.

"Terdapat selisih sebesar Rp815,1 miliar. Walau pun terdapat kekurangan, Kemendag akan tetap berusaha melakukan optimalisasi melalui efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program atau kegiatan," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui keterangan resmi, Rabu (19/6).

Secara lebih rinci, ia menjabarkan pagu tersebut akan dianggarkan untuk beberapa pos kegiatan.

Program pengembangan perdagangan dalam negeri mendapat alokasi terbesar dengan nilai sebesar Rp1,1 triliun.

Baca juga: Opini WTP Kemendag Modal Perkuat Kinerja Ekspor

Disusul kegiatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis sebesar Rp882,46 miliar serta peningkatan perlindungan konsumen dan tertib niaga sebesar Rp348,7 miliar.

Adapun, Kemendag mengalokasikan dana sebanyak Rp344,17 miliar untuk program pengembangan ekspor nasional. Sementara, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemendag mendapat jatah Rp339,59 miliar.

Di luar itu, ada pula program peningkatan perdagangan luar negeri sebesar Rp185,28 miliar, program perundingan perdagangan internasional sebesar Rp183,16 miliar, program perdagangan berjangka komoditi sebesar Rp84,02 miliar, program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemendag sebesar Rp54,79 miliar serta program pengkajian dan pengembangan perdagangan sebesar Rp49,16 miliar. (OL-2)

BERITA TERKAIT