19 June 2019, 05:40 WIB

Kementan Fokus pada Infrastruktur Pertanian di 2020


mediaindonesia | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz.
  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan fokus pada upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan pembangunan infrastruktur pertanian dalam penyusunan program kerja tahun anggaran 2020.

"Kementan mendapatkan amanat untuk menyukseskan prioritas nasional pada prog-ram nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, serta ketahanan pangan, air, dan lingkungan hidup. Berdasarkan hal tersebut, kami akan menekankan program kerja tahun 2020 pada upaya membangun SDM pertanian yang berkualitas dan membangun infrastruktur," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) 2019 di Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Untuk mengembangkan kompetensi SDM pertanian, Kementan meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan pelatihan vokasi. Pada tahun ini, Kementan sudah menggelar pendidikan dan pelatihan untuk mencetak petani milenial.

Pembangunan infrastruktur pertanian, sebut Amran, juga masih menjadi kunci keberhasilan peningkatan produktivitas pangan, sekaligus menekan biaya operasional produksi.

Karena itu, Kementan terus memfasilitasi dan bekerja sama dengan kementerian atau lembaga lain untuk membangun infrastruktur pertanian seperti waduk, embung, serta irigasi sekunder dan tersier.

Dikatakan Mentan, selama empat setengah tahun, kinerja Kementerian Pertanian 2015-2019 telah menorehkan berbagai hasil yang menggembirakan. Terbaru, Kementan berhasil mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan kementerian dari BPK selama tiga tahun berturut-turut.

Prestasi lain di sektor pertanian ialah peningkatan PDB sektor pertanian 2014-2018 secara drastis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB sektor pertanian tercatat naik Rp400 triliun sampai Rp500 triliun. Total akumulasi mencapai Rp1.370 triliun. (DD/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT