19 June 2019, 05:00 WIB

Suku Bunga Acuan Berpeluang Turun


mediaindonesia | Ekonomi

antara
 antara
EKONOM dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira

EKONOM dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menurunkan tingkat suku bunga acuannya sebanyak 25 basis point (bps). Langkah BI itu untuk mengikuti aksi The Fed yang telah menurunkan tingkat suku bunganya.

"Prediksinya bunga acuan BI akan turun 25 bps sebagai langkah follow the curves-nya The Fed. Biasanya BI akan mengekor langkah The Fed," kata Bhima, kemarin.

Hal itu disampaikannya menanggapi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) yang digelar pada 19-20 Juni 2019 ini. Rapat itu merupakan agenda RDG bulanan yang rutin dilakukan pejabat BI.

Bhima mengungkapkan dunia usaha juga telah memberikan tekanan besar kepada BI untuk menurunkan tingkat suku bunga guna memberikan bunga kredit yang lebih murah. Dengan menurunkan tingkat suku bunga acuan, BI dinilai akan lebih pro kepada sektor riil.

"Dengan bunga yang lebih rendah, cost of borrowing atau biaya peminjaman sektor usaha akan lebih ringan. Pertumbuhan kreditnya lebih tinggi," jelasnya.

Saat ini, BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 6%, dengan lending facility rate 6,75% dan deposit facility rate 5,25%.

Senada, Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto menyatakan BI memiliki dua peluang. Pertama, BI tetap menetapkan BI7DRRR di le-vel 6%, dengan lending facility rate tetap 6,75% dan deposit facility rate tetap 5,25%. Kedua, menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75% serta menurunkan deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 25 bps.

"Hanya saja, penurunan lending dan deposit facility bukan yang utama, tapi hanya komplemen atau pelengkap dari BI7DRRR. Yang pasti diturunkan ialah BI7DRRR sebesar 25 bps menjadi 5,75%," kata Ryan. (Ata/E-2)

BERITA TERKAIT