18 June 2019, 14:32 WIB

Media Grup Berpikir Positif Membangun Negeri


Sri Utami | Humaniora

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
 Chairman Media Group Surya Paloh memberikan sambutan pada acara halalbihalal Idulfitri 1440 Hijriah di Grand Loby Metrotv, Jakarta.

SEMANGAT, optimistis, dan kejujuran terhadap diri sendiri menjadi landasan semangat yang terus dipupuk Media Group dalam membangun negeri. Hal tersebut menjadi kepercayaan yang diyakini mampu dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berubah dan kokoh.

"Kita lebih berarti karena ada tekad, semangat, ketulusan yang bukan untuk kita sendiri tapi untuk bangsa dan negeri ini. Payung kita belum besar tapi cita-cita kita lebih besar," tegas Chairman Media Group, Surya Paloh, saat menghadiri Halalbihalal Media Group yang dilaksanakan di Grand Lobby Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (18/6).

Baca juga: Grup Whatsapp Dapat Dipantau Jika Terkait Kasus Hukum

Surya menekankan, dalam menghadapi tantangan yang semakin beragam, Media Group memiliki semangat berpikir positif serta niat baik sebagai cerminan sikap untuk memperkuat etos disiplin.

"Tantangan saat ini esensinya berpikir positif dan niat baik karena itu adalah anugerah yang diberikan sebagai setiap individu, kecuali kita tidak mengunakannya. Berpikir positif itu adalah kita," tuturnya.

Acaranya yang dihadiri seluruh karyawan Media Group tersebut menjadi momen penting untuk kembali merekatkan kebersamaan serta memupuk semangat.

"Ukuran sukses itu relatif. Kondisi hari ini yang harus disadari semakin kuat dan kokoh. Kembangkan kesadaran kita semua. Saya berharap kita punya komitmen kejujuran pada diri kita sendiri. Kita harus bangkit memperkuat etos disiplin diri kita dan bersyukur maka InsyaAllah kita akan maju," tegasnya.

Sementara itu, Eksekutif Advice Media Group, Adrianto Machribie, menerangkan Media Group merupakan satu basis yang kuat untuk membangun negeri ke depan dan bervariasi dalam kebersamaan. "Bukan hanya grup ini tapi pembangunan ke depan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi," terangnya.

Baca juga: 7 Anak Berkebutuhan Khusus Surabaya Belajar Mandiri di Liverpool

Dinamika yang terjadi sekarang sambungnya harus jelih menyikapinya. Salah satu sikap yang dibutuhkan yakni  kreatifitas dan kejujuran tapi tidak meninggalkan atau menyampingkan pengalaman.

"Kita tidak bisa menyampingkan pengalaman. Ini bisa menjadi kekuatan untuk membangun dan bisa meningkatkan kedirgantaraan kita," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT