Ekonom BNI: BI Berpeluang Turunkan Tingkat Suku Bunga


Penulis: Atalya Puspa - 18 June 2019, 14:00 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto. 

BANK Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan dilaksanakan pada 19 - 20 Juni 2019 mendatang. Dalam rapat yang rutin dilakukan itu, BI akan membahas terkait tingkat suku bunga.

Berkaitan dengan itu, Kepala Ekonom Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto, menyatakan BI memiliki dua peluang. Pertama, menetapkan BI7DRRR di level 6% , dengan Lending Facility Rate tetap 6,75% dan Deposit Facility Rate tetap 5,25% Kedua, menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75% serta menurunkan Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 25 bps.

Baca juga: Tunggu Keputusan The Fed, IHSG Diprediksi Melemah

"Hanya saja, penurunan lending dan deposit facility bukan yang utama, tapi hanya komplemen atau pelengkap saja dari BI7DRRR. Yang pasti diturunkan adalah BI7DRRR sebesar 25 bps menjadi 5,75%," kata Ryan kepada Media Indonesia, Selasa (18/6).

Dirinya menuturkan, apabila BI memilih untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya, hal tersebut atas dasar kondisi makroekonomi domestik yang mendukung.

Ryan melihat sejumlah aspek makroekonomi yang memungkinkan BI menurunkan tingkat suku bunganya. Pertama, yakni inflasi terkendali di level rendah. Selanjutnya, perbaikan daya saing (EODB) dari IMD 2019.

"Ketiga, perbaikan rating utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB dengan outlook stabil dari S&P yang menunjukkan Indonesia sudah fully investment grade," katanya.

Keempat, posisi cadangan devisa di level US$124 miliar dolar atau setara 7,6 bulan impor dan bayar utang luar negeri pemerintah yang masih memadai.

Selanjutnya, dirinya juga melihat dari sisi sektor riil dan perbankan. Ryan menyatakan kedua sektor tersebut membutuhkan stimulus dari jalur suku bunga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar Indonesia tidak kehilangan momentum.

Baca juga: Diburu Investor, Saham BOLA Melesat hingga 69,14%

Di samping itu, pendalaman pasar keuangan terus dilakukan oleh BI seiring dengan outlook perekonomian nasional yang tetap tumbuh positif.

"Ketujuh, kebijakan makroprudensial dan bauran kebijakan sudah disiapkan oleh BI untuk membentengi dampak negatif penurunan suku bunga acuan atau BI7DRRR," tukasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT