17 June 2019, 21:35 WIB

Dua Korban Kecelakaan Tol Cipali Tiba di Rumah Duka


Gana Buana | Megapolitan

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Korban kecelakaan di tol cipali tiba di rumah duka

DUA jenazah korban kecelakaan di Tol Cipali, Heruman, 55, dan Reza Pahlevi, 22, disambut tangis haru kerabat, tetangga, serta teman almarhum, Senin (17/6). Mereka tiba di rumah duka di RT 01/16, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dua jenazah, ayah dan anak ketiganya itu tiba di rumah sekitar pukul 17.00 WIB dengan diangkut ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres, Majalengka. Keduanya dimakamkan di TPU Perwira, Bekasi Utara.

Anak pertama almarhum, Febri Dwi Prayogi, 27, mengatakan, ayah dan adiknya ada dalam mobil Expander yang melaju arah Jakarta. Bersama empat kerabat lainnya, rombongan baru pulang berwisata ke Dieng, Jawa Tengah.

"Total ada 11 anggota keluarga yang berangkat wisata ke Dieng sejak Kamis (13/6). Enam orang di dalam Mitsubishi Expander dan lima lainnya di Mitsubishi Pajero," tutur Febri, Senin (17/6).

Febri mengatakan, kedua mobil tersebut selalu beriringan, sejak berangkat maupun hingga akan mengarah pulang. Bahkan, saat peristiwa kecelakaan terjadi di kilometer 150+900 terjadi pun, rombongan yang ada dalam Pajero tak berada jauh dari rombongan dalam Expander.


Baca juga: Dua Remaja Terseret Ombak Perairan Ancol Ingin Cari Kerang


"Jadi saudara yang berada di dalam Pajero lihat langsung kejadiannya dan bisa selamat karena sempat menghindar. Saya sendiri tidak ikut wisata karena sudah harus masuk kerja," ucapnya.

Kabar mengenai kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan adiknya, diterima Febri tadi pagi dari kerabat yang berada di rombongan Pajero. Seusai pulang kerja dirinya langsung mempersiapkan segala sesuatu.

"Jenazah baru tiba sore, namun persiapan sudha saya lakukan sejak siang tadi," jelas dia.

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Bekasi Rio Ulin yang hadir di rumah duka menyerahkan santunan kecelakaan kepada keluarga korban. Korban mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp100 juta.

Santunan yang sama juga diberikan kepada ahli waris 10 korban kecelakaan lainnya. Adapun terhadap korban yang mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit, Jasa Raharja pun ikut bertanggung jawab.

"Kami tanggung biaya perawatan korban luka hingga Rp20 juta. Total saat ini ada 32 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit," tandas dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT