17 June 2019, 19:17 WIB

2020, Nilai Tukar Rupiah Ditarget 14.000-14.500 per Dolar AS


Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kirii) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR

PEMERINTAH menargetkan nilai tukar rupiah pada kisaran 14.000-14.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2020. Berkaitan dengan itu, Bank Indonesia (BI) optimistis mencapai target tersebut.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan empat faktor yang menjadikan rupiah menguat pada 2020 mendatang.

"Satu, prospek ekonomi Indonesia yang akan membaik, baik dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi rendah, CAD yang terjaga, dan sektor keuangan juga akan terus membaik," kata Perry pada Raker Komisi XI dengan Menteri Keuangan mengenai Pengambilan keputusan Asumsi Dasar RAPBN 2020 di Gedung DPR/MPR, Senin (17/6).

Baca juga: Pemerintah Bakal Jaga Nilai Tukar Rupiah Rp14-15 ribu Tahun Depan

Dirinya menyatakan hal tersebut akan mendorong sentimen positif bagi aliran modal asing masuk ke Indonesia. Pihaknya pun meyakini kondisi pasar keuangan global akan lebih baik dari tahun ini. Perang dagang akan mereda serta kebijakan bank sentral yang lebih dovish.

"Ini yang mendorong di 2020 nilai tukar akan membaik," tegasnya.

Untuk diketahui, selain nilai tukar rupiah, pada raker pengambilan keputusan Asumsi Dasar RAPBN 2020, pemerintah juga menetapkan sejumlah aspek untuk dibahas pada rapat badan anggaran mendatang.

Keputusan tersebut yakni tingkat pertumbuhan ekonomi 5,2-5,5%, tingkat inflasi 2-4% (yoy), tingkat bunga surat perbendaharaan negara 5-5,5%, tingkat pengangguran 4,8-5,1%, tingkat kemiskinan 8,5-9%, Gini Rasio 0,375-0,380 dan indeks pembangunan manusia 72,51.(OL-5)

BERITA TERKAIT