Ketika Ikan Bersolek Di Depan Cermin


Penulis: Galih Agus Saputra - 17 June 2019, 13:16 WIB
secondnexus.com
 secondnexus.com
Cleaner Wrasse

IKAN tampaknya juga memiliki kecerdasan yang hampir sama dengan primata. Ada sebuah penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa ikan Cleaner Wrasse (Labroides Dimidiatus) dapat merespon bayangannya di depan cermin. Tidak hanya itu, ia bahkan tampak berusaha membersihkan tanda atau noda yang menempel pada tubuhnya selama tes cermin berlangsung.

Tes cermin itu sendiri dewasa ini telah menjadi metode atau standar baku yang digunakan para peneliti untuk menguji tingkat kesadaran diri pada hewan. "Perilaku yang kami amati meninggalkan sedikit keraguan. Maksudnya yang kurang jelas adalah, apakah perilaku ini harus dianggap sebagai bukti bahwa ikan memiliki kesadaran diri, meskipun di masa lalu perilaku yang sama telah ditafsirkan sebagai kesadaran diri seperti yang dimiliki oleh beberapa spesies lain, "kata salah satu Penyusun Makalah Penelitian, Alex Jordan, seperti dilansir Science Daily.

Cleaner Wrasse sendiri merupakan salah satu spesies ikan laut yang terkenal karena perilakunya ‘membersihkan’ parasit eksternal di tubuhnya. Dalam penelitian tersebut, peneliti sengaja menempelkan tanda berwarna pada tubuh ikan tersebut atau lebih tepatnya di bagian tubuh yang dapat dilihat oleh ikan itu saat melintas di depan cermin. Ikan itu kemudian dapat dikatakan 'lulus' tes apabila ia tampak menyentuh atau menyelidiki tanda di tubuhnya, atau yang dalam asumsi awal hal tersebut dapat disebut sebagai perilaku yang menunjukkan kesadaran diri. Memang pada awalnya cukup sulit mengidentifikasi hal itu, karena ikan merupakan spesies yang tidak memiliki anggota tubuh berupa tangan.

Namun, para peneliti kemudian melihat bahwa ikan yang diujinya berusaha menghilangkan tanda dengan menggoreskan tubuh mereka pada permukaan yang keras setelah lama memperhatikan diri di depan cermin.

Para peneliti juga mengatakan bahwa ikan itu sebelumnya tidak pernah berusaha menghilangkan tanda ketika tidak diberi cermin. Mereka juga tidak menggoreskan tubuh ketika tidak diberi warna atau tanda di bagian tubuh mereka. Ikan yang pada akhirnya menggoreskan tubuh ketika melihat tanda yang tampak dari cermin, kemudian menunjukkan bahwa ia ternyata memiliki kemampuan untuk merespons tanda visual di tubuhnya. Hal tersebut juga diperkirakan sebagai reaksi tidak alami atau berasal dari kemampuan kognitif, yang berbeda dengan misalnya perilaku ‘makan’ yang merupakan sebuah reaksi sistematis dan terprogram.

Jordan selanjutnya mengatakan bahwa pemaparan itu memang memungkinkan adanya kontroversi dan perbedaan pendapat. Namun demikian, ia mengatakan setiap asumsi pasti berbeda-beda dan tergantung dari interpretator masing-masing. “Anda mungkin menolak interpretasi dan menganggap bahwa perilaku ikan itu tidak cukup memuaskan untuk lulus tes. Tetapi, atas dasar dan apa tujuan Anda melakukan itu, ketika perilaku yang mereka tunjukkan secara fungsional sudah mirip dengan spesies lain yang telah lulus tes kesadaran diri?” tuturnya. (M-4)

BERITA TERKAIT