17 June 2019, 03:20 WIB

Mengubah Stigma Kolong Jembatan


(*/H-3) | Humaniora

AFP
 AFP
anak-anak Indonesia menghadiri program di perpustakaan bawah jembatan yang disebut "TBM Kolong"

TAMAN Baca Masyarakat (TBM) Kolong ialah nama yang disematkan pada ruang baca untuk masyarakat Tangerang Selatan yang didirikan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam komunitas FISIP Mengajar.

Kolong jembatan layang Ciputat, Tangerang Selatan, yang tadinya terlihat kumuh dan kotor, kini berubah menjadi sebuah taman bacaan masyarakat yang membuat kawasan tersebut menjadi lebih indah.

Kehadiran TBM Kolong berawal dari keresahan terkait dengan kebermanfaatan mahasiswa untuk lingkungan sekitar yang menjadi alasan Doni dan kawan-kawan mendirikan TBM Kolong.

“Setelah tergabung di FISIP Mengajar, timbul keresahan baru. Kami, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, ada di Tangerang Selatan, tapi belum terasa manfaatnya untuk masyarakat sekitar Tangsel,” kata pengelola TBM Kolong, Doni, saat ditemui Media Indonesia, belum lama ini.

Berangkat dari keresahan tersebut, Doni dan kawan-kawan mendirikan TBM Kolong ini bersama komunitas OI Tangerang Selatan, kelompok penggemar Iwan Fals, yang lebih dulu berkegiatan di bawah kolong jembatan tersebut. “Kami berkolaborasi di sini. Pada 4 Juni 2016, TBM Kolong resmi berdiri,” Kata Doni.

TBM ini mengandalkan ba­ngunan bekas pos polisi sebagai perpustakaan mini. Pengunjungnya, mulai sopir angkot, anak jalanan, hingga masyarakat umum. “Baca di sini gratis,” seru Doni.

Koleksi buku-buku di dapat dari sumbangan masyarakat dan pemerintah. Selain menyediakan buku bacaan, TBM Kolong juga menyelenggarakan kegiatan untuk anak-anak sekitar. Setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu diadakan kegiatan bimbingan belajar untuk anak-anak SD sampai SMP di bawah bimbingan para relawan.

“Bimbel di sini tidak berdasarkan jadwal, tapi berdasarkan permintaan adik-adik yang datang. Semisal ada pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan, itu dibahas bersama-sama di sini,” sahut Doni.

Salah satu pengunjung TBM Kolong, Ibrahim, 9, mengaku senang dengan hadirnya TBM Kolong. “Banyak teman. Bisa baca, menggambar, juga belajar agama,” tuturnya. (*/H-3)
)

BERITA TERKAIT