Satu Keluarga di Kabupaten Cianjur Menderita Lumpuh Layuh


Penulis: Benny Bastiandy - 16 June 2019, 20:12 WIB
ANTARA FOTO/ Reno Esnir
 ANTARA FOTO/ Reno Esnir
Ilustrasi

SATU keluarga yang terdiri dari enam orang warga Kampung Sumedang RT 001/001, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menderita lumpuh layuh. Aktivitas keluarga itu setiap harinya dihabiskan di kediaman mereka.

Berdasarkan informasi, penyakit lumpuh layuh yang dialami keluarga itu sudah berlangsung puluhan tahun. Mereka adalah Rupiah, 64, Yayah, 59, Patimah, 57, Salamah, 49, Saepudin, 46, dan Omo, 44. Selama ini mereka diurus salah seorang keluarga yang masih sehat. Informasinya, selama mereka menderita penyakit tersebut belum mendapatkan penanganan secara medis.

"Iya, ada warga kami yang masih satu keluarga menderita lumpuh layuh. Ada satu orang yang menderita kaki gajah," kata Sekretaris Desa Bojongkasih, Asep Sunandar, saat dihubungi Media Indonesia, melalui telepon selulernya, Minggu (16/6).

Sepengetahua Asep, para penderita penyakit itu kondisinya tak ada perubahan berarti. Pemerintah desa maupun masyarakat hanya bisa membantu ala kadarnya. "Kalau sehari-hari, mereka ada yang mengurus. Masih keluarganya juga," tuturnya.

Keluarga tersebut bisa dikategorikan tidak mampu. Pada Sabtu (15/6), para penyintas lumpuh layuh dan kaki gajah disambangi jajaran Polsek Kadupandak.

"Kemarin (Sabtu), kami bersama pak Kapolsek menyambangi ke rumah keluarga tersebut. Memang butuh bantuan dan perhatian. Kalau untuk penanganan medis bidan di sini sering mengontrol," tandasnya.

Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Soliyah melalui Kapolsek Kadupandak Ajun Komisaris Yusuf Ruhiman mengaku prihatin dengan kondisi keluarga tersebut. Apalagi selama ini mereka tergolong keluarga tidak mampu.

"Informasinya, mereka menderita penyakit itu sejak 1970. Sampai saat ini belum ditangani serius secara medis," kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu (16/6).

Kepada keluarga itu Yusuf memberikan bantuan berupa paket sembako. Yusuf sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa setempat untuk mengurusi jaminan kesehatan agar secepatnya keluarga itu mendapatkan penanganan medis.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk pengurusan jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan) supaya mereka dapat penanganan medis di rumah sakit. Selama ini mereka hanya berobat ala kadarnya saja," ujarnya.

Yusuf menambahkan, untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-harinya keluarga itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangga. Pasalnya, para penderita lumpuh layuh dan kaki gajah itu sudah tidak mampu untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Mereka hanya mengandalkan pemberian dari tetangga sekitar. Mudah-mudahan saja mereka dapat segera mendapatkan perawatan medis yang maksimal," tandasnya. (A-3)

BERITA TERKAIT