16 June 2019, 22:20 WIB

KM Nusa Kenari II tidak Kantongi Izin


(PO/N-1) | Nusantara

Thinkstock
 Thinkstock
Ilustrasi

KAPAL Motor (KM) Nusa Kenari II yang tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Teluk Mutiara tujuan Mademang di Kecamatan Mataru pada Sabtu (15/6), ternyata tidak mengantongi izin berlayar dari syahbandar setempat. Kapal tersebut juga kelebihan muatan.

“Informasi yang saya dapat, KM Nusa Kenari 02 berlayar tanpa izin otoritas Pelabuhan Kalabahi,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka di Kupang, kemarin. Dilihat dari muatan, jika dibandingkan dengan bobot kapal itu, imbuh Isyak, KM Nusa Kenari juga melampaui daya angkut.

Dengan daya angkut 23 GT, KM Nusa Kenari mengangkut hingga 52 penumpang termasuk empat anak buah kapal (ABK). Kapal juga membawa 100 sak semen, 800 karung beras masing-masing seberat 10 kilogram, 150 lembar seng, dan 10 jeriken bahan bakar minyak (BBM).

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang meninggal dan empat orang hilang, sedangkan 48 penumpang termasuk nakhoda selamat. Kapolres Alor Ajun Komisaris Besar (AKB) Patar Silalahi kemarin menjelaskan nakhoda Piterson Plaituka bersama tiga ABK, yakni Yopi Mukola, Semi Malaikosa, dan Steven Waluba, sudah ditahan polisi.

Penyidikan intensif kecelakaan kapal tersebut ditangani Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda NTT yang dijadwalkan baru tiba di Alor hari ini. Dia menyebutkan nakhoda dan ABK dianggap lalai karena tidak melapor ke syahbandar saat meninggalkan pelabuhan. Kapal tersebut kemudian tenggelam karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang sekitar 20 mil dari pelabuhan.

Sementara itu, tim SAR gabungan, kemarin, menurunkan lima alat utama untuk mencari empat korban anak-anak yang masih dinyatakan hilang. Sebanyak lima alat utama itu, yakni Kapal SAR Antareja 233, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan tiga speed boat, dibantu dua perahu nelayan, melakukan pencarian.

“Kami perluas pencarian ke arah barat laut dari lokasi kejadian,” kata Kepala Basarnas Maumere Putu Sudayana.

Pencarian hari kedua berlangsung dari pukul 06.00-18.00 Wita, sedangkan pada hari ketiga akan difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal sekitar 20 mil dari Pelabuhan Teluk Mutiara. “Kami berpatokan pada penemuan korban ketiga, pada Minggu pukul 02.00 dini hari,” pungkas Sudayana. (PO/N-1)

BERITA TERKAIT