Ekonom Sebut Faktor Eksternal masih Dominasi Pergerakan IHSG


Penulis: Nur Aivanni - 14 June 2019, 21:35 WIB
. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
 . ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jumat (14/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22,8 poin atau 0,37 persen ke level 6.250,2. ANTARA FOTO/Aprillio Akba

EKONOM BCA David Sumual mengatakan bahwa terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,36% ke level 6.250,26 di akhir perdagangan Jumat (14/6) disebabkan oleh faktor global.

"Kelihatannya (pelemahan IHSG) lebih banyak faktor eksternal," kata David saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (14/6).

Faktor eksternal yang dimaksud adalah meningkatnya harga minyak dunia paska penyerangan kapal tanker minyak di Teluk Oman pada Kamis (13/6).

"Jadi, AS menekan lagi Iran. Mereka selama ini memberikan sanksi ekonomi ke Iran, dampaknya harga minyak naik tajam," katanya.

Faktor lainnya, disampaikan David, masih belum meredanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.


Baca juga: Maskapai Harus Sosialisasikan Sistem Code Share


"Bursa global emerging market rata-rata melemah," katanya.

Adapun faktor domestik seperti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), dikatakan David, itu tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan IHSG hari ini.

"Sidang MK kelihatan ngga signifikan. Justru ketika semuanya menyerahkan (sengketa Pilpres 2019) ini ke MK itu berita baik," katanya.

Adapun pergerakan nilai tukar rupiah hari ini juga tercatat melemah di angka Rp14.325 per dolar AS. Pelemahan mata uang garuda tersebut, kata David, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain permintaan impor yang cukup besar di awal Juni ini dan adanya kenaikan harga minyak dunia. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT