15 June 2019, 01:10 WIB

Bekasi Defisit Anggaran, Operasi Yustisi Ditiadakan


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Operasi Yustisi

PEMERINTAH Kota Bekasi meniadakan operasi yustisi meskipun prediksi penambahan penduduk arus balik mudik mencapai 100 ribu jiwa. Kepala Bidang Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Bekasi Nardi, Jumat (14/6), menyatakan operasi yustisi ditiadakan karena ketidaan anggaran. "Kas daerah masih belum stabil akibat imbas defisit tahun lalu. Itulah sebabnya kami tidak menggelar operasi yustisi yang biasa dilakukan setiap usai Lebaran," papar Nardi.

Kota Bekasi menjadi salah satu tujuan pendatang setiap tahunnya. Sesuai Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 27 Tahun 2015, pendatang yang menginap selama tujuh hari lamanya, wajib melapor ke pengurus RT/RW setempat. Jika kunjungan diperpanjang lebih dari sepekan harus dilaporkan ke kantor kelurahan. Di situ pendatang baru harus membuat surat keterangan tempat tinggal sementara (SKTTS) yang berlalu selama enam bulan dan bisa diperpanjang.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menambahkan, pihaknya tidak melarang pendatang baru. Hanya saja, mereka yang ingin menjadi warga Kota Bekasi wajib memiliki keahlian. (Gan/J-1)

BERITA TERKAIT