14 June 2019, 22:30 WIB

Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker


Denny Parsaulian Sinaga | Internasional

AFP
 AFP
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif

IRAN menepis tuduhan tidak berdasar AS bahwa pihaknya melakukan serangan kembar yang membuat dua kapal tanker terbakar di Teluk Oman. Bantahan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah dan membuat harga minyak dunia melonjak.

Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, memperingatkan bahwa Washington akan mempertahankan pasukan dan sekutunya di kawasan itu.

Selain itu, kata Pompeo, Amerika Serikat juga menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas insiden itu. Serangan ini merupakan yang kedua dalam sebulan di jalur pelayaran strategi itu.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, berkicau pada Jumat (14/6) bahwa pemerintah AS membuat tuduhan terhadap Iran tanpa ada sedikit pun bukti faktual atau bukti tidak langsung.

Javad menuduh AS berusaha menyabotase diplomasi di tengah kunjungan Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo, ke Iran dan menutupi terorisme ekonominya terhadap Iran.

Dengan ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat, Uni Eropa menyerukan pengekangan maksimum. Sekjen PBB, Antonio Guterres, memperingatkan dunia tidak akan mampu menerima dampak konfrontasi besar di Teluk saat ini.

Iran menyebut serangan itu tanpa mencurigakan. Apalagi, terjadi setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menolak tawaran Abe untuk membuka pembicaraan dengan Presiden AS, Donald Trump.

 

Tuding keterlibatan Iran

Pompeo mengatakan, ada bukti kuat tentang keterlibatan Iran. Hal itu setelah Angkatan Laut AS mengatakan telah melihat sebuah ranjau limpet yang tidak meledak yang menempel di lambung salah satu kapal.

Komando Sentral AS (CENTCOM) merilis video hitam-putih kasar yang katanya menunjukkan sebuah kapal patroli Iran mengeluarkan ranjau limpet yang tidak meledak dari kapal.

"Ini adalah penilaian Amerika Serikat bahwa Republik Islam Iran bertanggung jawab atas serangan itu," kata Pompeo.

"Ini didasarkan pada data intelijen, senjata yang digunakan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan operasi, serangan Iran baru-baru ini yang sama pada pengiriman, dan fakta menyebutkab bahwa tidak ada kelompok yang beroperasi di daerah tersebut memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan sedemikian tingkat kecanggihan," jelas Pompeo.

Kedua kapal itu dilanda ledakan pada Kamis (13/6) dini hari, setelah melewati Selat Hormuz dan telah sekitar 25 mil laut di lepas pantai selatan Iran menuju Asia.

Otoritas Maritim Norwegia pada Rabu (12/6) menyatakan, terdapat tiga ledakan pada kapal Front Altair yang ketika itu tengah mengangkut minyak.

Wu I-fang, juru bicara perusahaan penyulingan minyak CPC Corp dari Taiwan yang menyewa Front Altair berkata, kapal itu membawa 75 ribu ton nafta.

Menteri negara UEA untuk urusan luar negeri, Anwar Gargash, mengatakan bahwa serangan terhadap tanker di Teluk Oman merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan dan eskalasi yang berbahaya.

"Perkembangan ini harus memacu masyarakat internasional untuk bertindak menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan", kata Gargash.

"Tanggung jawab untuk menghindari eskalasi ialah tanggung jawab bersama." (AFP/Yan/I-1)

BERITA TERKAIT