MK Kabulkan Keberatan KPU, Hari Sidang Digeser Selasa


Penulis: Insi Nantika Jelita - 14 June 2019, 18:14 WIB
Antara
 Antara
Ketua KPU Arief Budiman

MAJELIS hakim Mahkamah Konstitusi menerima protes Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang meminta perpanjangan hari guna menyiapkan berkas jawaban dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

Sebelumnya jadwal untuk sidang dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak termohon dan terkait digelar pada Senin (17/6). Namun KPU merasa keberatan karena pihaknya harus menyiapkan lagi jawaban atas perbaikan gugatan kubu 02. KPU meminta Sidang berikutnya pada Rabu (19/6), tapi MK memutuskan pada Selasa (18/6).

"Ya KPU harus siap hari Selasa. Tapi begini saya ingin sampaikan sebagai bagian dari penghormatan terhadap proses persidangan, KPU akan memberikan jawaban atas perbaikan permohonan pemohon (kubu 02)," ungkap Ketua KPU Arief Budiman di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6).

Keberatan yang disampaikan KPU semata karena persoalan teknis. Arief mengungkit pengalaman pihaknya yang susah untuk memberangkatkan 36 anggota KPU Jawa Timur ke Jakarta karena kesulitan mendapatkan tiket pesawat.

Baca juga: BW: Yusril tidak Bisa Counter Ratusan Argumen Kami

"Apalagi ini ada 34 provinsi plus kemungkinan 514 Kbupaten/kota (untuk dihadirkan ke Jakarta). Kami merasa dan meyakini ini agak susah. Mencari transportasi apalagi dari jarak jauh, apalagi di hari Sabtu/Minggu. Itulah mengapa tadi kami sampaikan kalau Senin rasanya kesulitan (menggelar sidang)," jelas Arief.

Sebelummya, Ketua MK Anwar Usman, meminta pada pihak termohon (KPU), terkait (TKN) dan Bawaslu memberikan jawaban untuk menanggapi permohonan yang telah dibacakan tim Prabowo-Sandi maksimal sebelum waktu sidang pukul 09.00 WIB, Selasa (18/6).

"Majelis sudah bermusyarawah, permohonan termohon dikabulkan sebagian. Artinya tidak hari Senin (17/6), tapi hari Selasa (18/6)," ucap Ketua MK Anwar Usman dalam sidang perdana sengketa Pilpres 2019. (X-15)

BERITA TERKAIT