Polisi: Hari Ini, tak ada Agenda Pemeriksaan Kivlan Zen


Penulis: Siti Yona Hukmana - 14 June 2019, 14:30 WIB
MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
Inisiator Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan & Kebenaran (GERAK) Mayjen Kivlan Zen (tengah) 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, tidak ada agenda pemeriksaan terhadap Kivlan Zein hari ini (14/6).

"Tidak ada (agenda pemeriksaan)," kata Argo singkat menanggapi pernyataan kuasa hukum Kivlan Zein, Muhammad Yuntri yang menyebut kliennya Jumat siang ini akan diperiksa di Polda Metro Jaya terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Baca juga: Kapolri: Kivlan Zen Dijerat Pasal Pembunuhan dan Senjata Api

"Iya rencananya jam 13.00 WIB. (Terkait kasus) senpi. Diperiksa di Jatanras Ditreskrimum, didampingi oleh kuasa hukum. Saya datang nanti jam 13:00 WIB," kata Yuntri saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian juga mengatakan bahwa agenda pemeriksaan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tersebut tidak dijadwalkan Jumat siang ini. "Enggak ada agenda ya hari ini," ujar Jerry.

Adapun penyidik Ditreskrimum AKP Nico Purba menyatakan hal yang sama, yang mengatakan jajaran Polda Metro Jaya tengah fokus pengamanan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kan semua pada pengamanan. Semua pada di MK. Jadi saya enggak monitor ada pemeriksaan," ujar dia.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 29 Mei 2019. Ia ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta Selatan.

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan makar di Bareskrim Polri. Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21-22 Mei 2019 lalu.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga menunggangi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21- 22 Mei 2019 lalu. Enam orang itu yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Dari kelompok tersebut, kepolisian menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api di antaranya rakitan. (Ant/OL-6)

BERITA TERKAIT