14 June 2019, 14:20 WIB

Kekurangan Pada Arus Balik Akan Dievaluasi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
 ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

ARUS mudik Lebaran tahun ini dinilai jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, yang cukup menjadi sorotan adalah perjalanan arus balik yang masih mengalami persoalan.

Ketidakseimbangan waktu libur antara sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri dipercaya menjadi penyebab utama kepadatan seperti yang terjadi di jalan tol dan pelabuhan.

Baca juga: Mudik Tahun Ini Berjalan Lebih Baik

Pada masa arus mudik, keberangkatan pemudik terpecah dalam banyak hari, terutama mulai dari H-10 hingga hari pertama dan kedua Idul Fitri. Dengan begitu, kendaraan pun dapat berjalan dengan lancar.

Sementara, pada masa arus balik, para pemudik yang kembali ke kota asal terkonsentrasi pada tiga hari, yakni H+1 hingga H+3 Lebaran. Hal itu membuat volume kendaraan menumpuk dan menimbulkan kemacetan di banyak titik.

Berkaca pada hal tersebut, pemerintah akan mengatur waktu libur yang seimbang antara sebelum dan seusai Lebaran.

"Tahun depan, kita akan atur waktu libur yang sama panjangnya jadi arus mudik dan balik seimbang," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta, Jumat (14/6).

Selain terkait waktu libur, persoalan juga datang dari tempat peristirahatan. Budi menyebut, konsep rest area saat ini masih belum sempurna. Ke depannya, sistem zonasi harus diterapkan di semua tempat peristirahatan sehingga pengguna yang berhenti hanya untuk buang air, beristirahat atau salat tidak tercampur dengan pemudik yang berhenti untuk makan.

Satu persoalan terakhir, lanjut Budi, adalah banyaknya masyarakat yang mudik dengan kendaraan pribadi. Kebiasaan tersebut harus mulai diubah pada tahun depan.

Caranya ialah dengan terus meningkatkan kualitas angkutan umum. Infrastruktur di daerah-daerah juga akan dibangun lebih baik lagi.

"Kami akan perbaiki lebih dari 30 terminal. Kami juga akan berikan subsidi untuk bus-bus yang beroperasi di kota-kota di Pulau Jawa. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan masyarakat mau mudik dengan angkutan umum. Tanpa kendaraan pribadi pun, kalau mau berkeliling di kampung halaman, mereka bisa mengandalkan angkutan umum," tuturnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT