Laporan Gratifikasi Lebaran ke KPK Bertambah Jadi 161


Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena - 14 June 2019, 13:46 WIB
MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
KPK

SEBANYAK 67 laporan gratifikasi lebaran kembali diterima oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Satu di antaranya merupakan laporan penolakkan gratifikasi terkait dengan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Dari penambahan laporan itu, maka sampai saat ini KPK telah menerima 161 laporan gratifikasi lebaran. "Jumlah ini diterima KPK sejak 14 Mei 2019 hingga hari ini. Jumlah ini meningkat 67 laporan dari jumlah laporan tanggal 10 Juni 2019 sejumlah 94 laporan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/6).

Baca juga: KPK Periksa Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang Sebagai Tersangka

Bila dirupiahkan, maka dari 161 laporan gratifikasi tersebut memiliki nilai Rp 124,033,093. Laporan penerimaan gratifikasi itu berupa didominasi oleh uang dan barang ataupun makanan dalam bentuk bingkisan lebaran.

"Bahan makanan seperti kopi, beras, minyak goreng, kurma dan minuman kaleng juga salah satu bentuk gratifikasi yang dilaporkan," imbuh Febri.

"Kemarin pada hari Kamis, pegawai dari salah satu BUMN dan pemerintah daerah juga melaporkan penerimaan barang berupa mesin pembuat kopi, oven toaster dan sarung," sambungnya.

Laporan gratifikasi lebaran itu, kata Febri, akan diproses oleh KPK paling lambat selama 30 hari kerja guna mengetahui status kepemilikan barang ataupun uang itu.

KPK juga mengharapkan agar Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) yang ada di Kementerian maupun lembaga untuk terus berkoordinasi dengan KPK.

"Kami berharap UPG di Kementerian/Lembaga terus aktif dan mempermudah proses pelaporan gratifikasi," tutupnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT