13 June 2019, 21:13 WIB

OJK Yakin Sektor Keuangan Siap Topang Kebutuhan Investasi 2020


Nur Aivanni | Ekonomi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menkeu Sri Mulyani (kanan), Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) dan Ketua OJK Wimboh Santoso (kiri) mengikuti rapat kerja di DPR, hari ini.

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan bahwa sektor keuangan siap untuk menopang kebutuhan investasi tahun 2020 baik melalui perbankan maupun pasar modal.

"Manageable bagi OJK untuk mendukung investasi melalui perbankan yang 10%-12% dari target investasi Rp5.800 triliun. Dari pasar modal 3,2%," kata Wimboh usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6).

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa kebutuhan investasi tahun 2020 untuk menopang pertumbuhan ekonomi antara 5,3% hingga 5,6% adalah berkisar Rp5.802,6 triliun hingga Rp 5.823,2 triliun.

"3% dari pasar modal itu berarti harus Rp 190-an triliun. Sedangkan kalau 10%-12% dari kredit perbankan sekitar Rp 500 triliun," kata Wimboh.

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan bahwa pertumbuhan kredit pada Desember 2018 sebesar lebih dari Rp 500 triliun. Maka itu, kata dia, sektor keuangan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang ditargetkan di kisaran 5,3% hingga 5,6%.

Hanya saja, kata Wimboh, yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana investor antusias untuk berinvestasi di Indonesia sehingga mereka memerlukan dana baik dari pasar modal maupun perbankan.

"Itu lah yang harus kita create, suatu terobosan sehingga memang ada aktivitas usaha yang sektornya bisa menyerap tenaga kerja, berorientasi ekspor, ramah terhadap lingkungan, dan bisa memberikan multiplier pada tumbuhnya UMKM," tandasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT