13 June 2019, 13:00 WIB

Tragedi Keluarga Ajari Leonard untuk Nikmati Hidup


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/Gregory Shamus/Getty Images
 AFP/Gregory Shamus/Getty Images
Kawhi Leonard

SETELAH berhasil mengatasi trauma akibat pembunuhan ayahnya saat dirinya berusia 16 tahun, Kawhi Leonard tanpa kesulitan berkonsentrasi pada bola basket.

Pada Jumat (14/6) WIB, bintang Toronto Raptors itu bertekad mengantarkan tim asal Kanada itu meraih gelar NBA pertama mereka dan menjadi tim pertama dari luar Amerika Serikat (AS) yang menjadi juara kompetisi bola basket itu.

Torehan 31,1 poin per pertandingan yang dibukukan Leonard di babak playoff membuat Raptors memimpin 3-2 atas juara bertahan Golden State Warriors.

Sikap tenang Leonard di lapangan menular kepada rekan-rekan setimnya sehingga mereka bisa mengatasi tekanan dan tidak grogi ketika mereka tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi juara NBA.

Ketenangan itu dimiliki Leonard sejak ayahnya, Mark Leonard tewas ditembak pada 2008 di fasilitas cuci mobil milik keluarga di Compton, Los Angeles.

Baca juga: Durant Inspirator Warriors

"Saat pembunuhan itu terjadi, saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Namun, seiring bertambahnya umur, saya bisa berhenti memikirkannya," ujar Leonard.

"Kejadian itu membuat saya sadar bahwa kehidupan dan bola basket adalah dua hal yang berbeda. Saya hanya harus menikmati setiap waktu dan setiap momen. Setiap bermain bola basket, saya berusaha menikmatinya," imbuhnya,

Leonard telah meraih banyak hal dalam karier bola basketnya. Dia memenangkan gelar MVP NBA Final 2014 bersama San Antonio Spurs. Selain itu, dia memenangkan gelar Pemain Bertahan Terbaik NBA selama dua musim berturut-turut setelahnya. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT