13 June 2019, 07:25 WIB

Eka Pacu Sektor Investasi di Kabupaten Bekasi


EM/J-3 | Megapolitan

Medcom/Roni Kurniawan
 Medcom/Roni Kurniawan
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja 

SETELAH 9 bulan tanpa kepala daerah, Kabupaten Bekasi akhirnya memiliki bupati baru. Kemarin, Eka Supria Atmaja, yang sebelumnya menjabat wakil bupati, dilantik menjadi Bupati Bekasi.

Pelantikan untuk sisa masa jabatan hingga 2022 itu dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung. Eka berjanji akan bergerak cepat melaksanakan sejumlah prog-ram prioritas.

"Pada sektor investasi, pendirian mal pelayanan publik menjadi fokus utama kami untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan investor dalam berusaha di Kabupaten Bekasi. Saya akan memastikan para karyawan menyiaplan semua hal yang dibutuhkan untuk pendiriannya," jelasnya.

Di sektor infrastruktur, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi itu akan memastikan keberlangsungannya. Tidak hanya pembangunan jalan, tapi juga jembatan dan infrastruktur pendidikan serta kesehatan.

Di antaranya 28 titik perbaik-an jalan kabupaten, seperti peningkatan jalan raya batas Kota Bekasi sampai Kecamatan Babelan, penanganan longsor badan Jalan Kalimalang dari batas kota hingga Cibitung, dan pembangunan 17 jembatan.

Soal infrastruktur pendidikan, Eka juga berjanji merehabilitasi 41 bangunan SD dan 11 bangun-an SMP.

"Di bidang kesehatan, kami fokus membangun 11 puskesmas baru dan merehabilitasi 3 puskesmas. Melalui dinas kesehatan, kami juga akan melakukan peningkatan kemudahan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang bermutu, merata, dan terjangkau," paparnya.

Sektor lain yang jadi perhatian Eka ialah pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. Ia akan mendorong dinas kependudukan melakukan pelayanan keliling ke 164 desa.

Politikus Partai Golkar ini juga akan fokus mengatasi masalah pengangguran. "Saya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk merancang aturan soal penyerapan tenaga lokal."

Program yang direncanakan itu, akunya, bukan perkara mudah untuk dilaksanakan. Perlu kerja sama dengan semua pemangku kepentingan.

Eka menduduki posisi Bupati Bekasi menggantikan Neneng Hassanah Yasin yang ditahan KPK dalam kasus suap Meikarta sejak Oktober 2018. Keduanya berpasangan saat maju dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Pasangan ini menyisihkan empat pasangan calon lainnya, termasuk pesaing kuat Sa'dudin-Ahmad Dani.

Dalam pelantikan kemarin, Ridwan Kamil meminta Eka melihat jabatan bupati bukan sebagai rezeki, melainkan sebuah ujian. "Tidak semua lulus dalam ujian," tegasnya.

Emil juga mendorong Eka menjalani jabatan dengan integritas, melayani dengan hati, dan profesional. (EM/J-3)

BERITA TERKAIT